Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Memaknai Sosok Ayah, Antara Abi dan Walid dalam Perspektif Al Quran

Zaki Jazai • Selasa, 22 April 2025 | 18:30 WIB
Walid bisa disebutkan dengan istilah ayah
Walid bisa disebutkan dengan istilah ayah

Trenggaleknjenggelek – Istilah walid sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat luas. Hal ini lantaran saat ini tengah berkembangnya serial kontroversial dengan judul Bidaah yang tokoh utamanya akrab dengan sebutan Walid. Ternyata istilah walid bisa diartikan dengan ayah.

Dalam rangka memperingati pentingnya peran seorang ayah dan arti sebutan walid, Dr. Halimi Zuhdy mengupas makna mendalam tentang sosok ayah dalam Al Quran. Meskipun tidak ada hari khusus yang ditetapkan untuk ayah, sosoknya selalu menempati ruang istimewa dalam hati, kenangan, dan kehidupan setiap anak.

Dalam kajiannya, Dr. Halimi Zuhdy menjelaskan bahwa dalam Al Quran terdapat dua istilah untuk ayah yaitu Abi (أب) dan Walid (والد). Kata Abi secara bahasa bermakna sebab adanya sesuatu atau memperbaiki sesuatu. Seorang ayah disebut abun karena perannya dalam mendidik, menjaga, memelihara, serta bertanggung jawab atas kebutuhan lahiriah anak, termasuk sandang, pangan, dan pendidikan. Sedangkan Walid merujuk pada ayah biologis, yang menjadi sebab langsung lahirnya seorang anak.

"Walid itu lebih khusus, sementara Abi digunakan lebih umum," terang Dr. Halimi Zuhdy.

Ia menambahkan, penggunaan istilah ini dalam Al Quran mengisyaratkan bahwa tugas seorang ayah tidak berhenti pada kelahiran anak semata, tetapi meluas pada peran mendidik, membimbing, dan menjaga anak hingga dewasa.

Dalam beberapa ayat, kata Abi digunakan tidak hanya menunjuk pada ayah kandung, tetapi juga pada kakek dan leluhur, sebagaimana dalam kisah Nabi Yusuf dan dalam ajakan mengikuti agama Nabi Ibrahim. Sementara itu, kata Walid lebih menekankan hubungan biologis, seperti dalam ayat yang memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua (al-walidain).

Lebih lanjut, Dr. Halimi mengulas asal kata "ayah" dalam bahasa Jawa, yakni "yayah" atau "yayah," yang bermakna orang tua laki-laki. Menariknya, dalam bahasa Hindi, kata "aaya" berarti pembantu, meski hubungan etimologis langsung dengan makna ayah belum ditemukan secara pasti.

"Ayah bukan sekadar pencari nafkah. Ia adalah pemimpin, pendidik, pembimbing dalam ibadah, akhlak, hingga kehidupan bermasyarakat,” papar Dr. Halimi.

Ia menekankan, baik ayah maupun ibu, keduanya memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sebagai dua sosok yang tak tergantikan dalam menghadirkan dan membesarkan generasi manusia.

Mengakhiri kajiannya, Dr. Halimi berdoa agar para ayah yang masih hidup senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan, sementara bagi yang telah wafat, semoga dilimpahkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT.(jaz)

 

Editor : Zaki Jazai
#ayah #al quran #WALID