Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tren “Marriage is Scary”: Ketakutan Generasi Muda tentang Pernikahan

Mahsun Nidhom • Minggu, 27 April 2025 | 16:30 WIB

 

Ketakutan milenial dan Gen Z terhadap komitmen pernikahan.
Ketakutan milenial dan Gen Z terhadap komitmen pernikahan.

Trenggaleknjenggelek – Pernikahan adalah topik yang selalu menarik perhatian, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya.

Di kalangan generasi muda, pernikahan bukan lagi sekadar momen bahagia, tetapi juga sumber ketakutan dan kekhawatiran.

Tren “Marriage is Scary” yang viral di TikTok belakangan ini menggambarkan keresahan tersebut dengan cukup terang.

Menggunakan lagu “White Mustang” dari Lana Del Rey, tren ini mengungkapkan berbagai ketakutan tentang pernikahan yang semakin mengemuka, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.

Apa Itu Tren “Marriage is Scary”?

Tren “Marriage is Scary” menggambarkan ketakutan generasi muda terhadap komitmen jangka panjang dalam bentuk pernikahan.

Video-video yang mengusung tren ini menunjukkan keraguan-keraguan yang muncul ketika membahas kehidupan berumah tangga.

Seperti kehilangan kebebasan pribadi, perubahan gaya hidup, hingga kecemasan tentang ketidakpastian masa depan bersama seseorang.

Bagi banyak orang, pernikahan yang tadinya dianggap sebagai kebahagiaan abadi, kini justru dipandang sebagai beban.

Ketakutan akan Kehilangan Kebebasan

Salah satu alasan terbesar mengapa pernikahan menakutkan bagi banyak generasi muda adalah ketakutan akan kehilangan kebebasan.

Di dunia yang semakin terbuka dan penuh dengan pilihan, banyak yang merasa bahwa pernikahan akan membatasi ruang gerak mereka, baik dalam hal aktivitas, karier, hingga pengambilan keputusan.

Kebebasan pribadi menjadi nilai penting, dan pernikahan dianggap sebagai komitmen yang bisa mengurangi kebebasan itu.

Ketakutan ini semakin diperburuk dengan gambaran hidup pasangan yang terkadang tampak kurang menarik atau membosankan di media sosial.

Kecemasan tentang Komitmen Jangka Panjang

Selain kekhawatiran akan kehilangan kebebasan, ketakutan lainnya adalah mengenai ketidakpastian dalam menjalani kehidupan jangka panjang dengan satu orang.

Di dunia yang serba cepat dan penuh dengan pilihan, komitmen seumur hidup bisa terasa menakutkan. Kegagalan dalam pernikahan.

Seperti yang sering kita dengar melalui angka perceraian yang terus meningkat, menambah keraguan tentang apakah pernikahan bisa benar-benar langgeng dan bahagia. Ini membuat generasi muda lebih memilih untuk tidak terburu-buru dalam menjalani pernikahan.

Tekanan Sosial di Media Sosial

Di sisi lain, tekanan sosial melalui media sosial juga berperan dalam menciptakan ketakutan ini. Di platform seperti Instagram atau TikTok, pernikahan sering kali digambarkan secara ideal—romantis, bahagia, dan penuh kemewahan.

Gambar-gambar ini menciptakan standar yang tidak realistis dan membuat banyak orang merasa tertekan untuk mencapai kesempurnaan dalam kehidupan pribadi mereka.

Hal ini menciptakan perasaan bahwa pernikahan harus memenuhi ekspektasi tertentu, yang semakin membuat generasi muda ragu untuk mengambil langkah tersebut.

Kesadaran dan Pilihan yang Lebih Bijak

Namun, tren ini juga menunjukkan adanya perubahan sikap terhadap pernikahan. “Marriage is Scary” bukan hanya tentang ketakutan, tetapi juga tentang kesadaran.

Generasi muda kini lebih memilih untuk memahami diri mereka sendiri sebelum memutuskan untuk menikah.

Mereka ingin memastikan bahwa pernikahan adalah pilihan yang sadar, bukan sekadar mengikuti tradisi atau tekanan sosial.

 Ini menunjukkan bahwa mereka lebih berhati-hati dalam memilih pasangan dan berkomitmen untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh pengertian.

Tren “Marriage is Scary” bukan hanya mencerminkan ketakutan terhadap pernikahan, tetapi juga membuka percakapan tentang pernikahan yang lebih realistis dan penuh pertimbangan.

Bagi banyak orang, pernikahan adalah komitmen besar yang membutuhkan kesiapan, bukan hanya dari sisi emosional tetapi juga mental dan sosial.

Dengan memahami ketakutan dan keresahan ini, kita bisa lebih bijak dalam membuat keputusan tentang pernikahan, tanpa terjebak pada standar sosial yang tak realistis. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#pernikahan #Marriage is Scary #generasi muda