Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Benarkah Pendidikan Pesantren Masih Relevan di Dunia Modern?

Mahsun Nidhom • Kamis, 1 Mei 2025 | 16:30 WIB
Jadi santri yang tak hanya ngaji, tapi juga belajar sains.
Jadi santri yang tak hanya ngaji, tapi juga belajar sains.

Trenggaleknjenggelek - Pendidikan di pesantren sering kali dianggap terbatas hanya pada pengajaran agama, sementara kurang memberikan perhatian pada pendidikan umum seperti sains, teknologi, matematika, dan bahasa.

Banyak orang tua yang khawatir bahwa pendidikan pesantren tidak cukup mempersiapkan anak-anak mereka untuk dunia kerja yang semakin kompetitif dan bergantung pada keterampilan modern.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pesantren di Indonesia yang telah mengadaptasi kurikulum mereka dan menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tetap relevan dengan dunia modern.

Baca Juga: Ancaman Malware: Tips Cara Mengidentifikasi dan Menghapus Rustobot dari Sistem

Pesantren yang Mengintegrasikan Pendidikan Agama dan Umum

Beberapa pesantren terkenal di Indonesia kini sudah mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Pesantren seperti Gontor, Tebuireng, dan Sido Giri telah memodernisasi sistem pendidikannya untuk menggabungkan pelajaran agama yang mendalam dengan pelajaran umum seperti matematika, sains, dan bahasa asing.

Hal ini membuktikan bahwa pesantren bisa mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan dunia global.

Pesantren Gontor (Ponorogo)

Pesantren Gontor dikenal dengan kurikulum modern yang menggabungkan pendidikan agama dengan pelajaran umum.

Selain pelajaran agama, Gontor juga menekankan pentingnya keterampilan bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta mempersiapkan santri untuk dunia akademik dan profesional.

Pesantren ini memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, termasuk ruang kelas dengan teknologi yang mendukung pembelajaran.

Pesantren Tebuireng (Jombang)

Pesantren Tebuireng memiliki sejarah panjang dalam pendidikan Islam dan juga telah mengintegrasikan pendidikan umum seperti sains dan teknologi dalam kurikulumnya.

Pesantren ini membuka peluang bagi santri untuk mengikuti berbagai program pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern, termasuk pendidikan kewirausahaan.

Pesantren Sido Giri (Pasuruan)

Pesantren Sido Giri juga menunjukkan bahwa pesantren dapat mengadaptasi pendidikan yang lebih luas. Mereka menyediakan pelajaran umum yang mendalam serta memfokuskan pada keterampilan kepemimpinan dan kewirausahaan.

Ini memungkinkan santri untuk berkembang di luar bidang agama dan menguasai keterampilan praktis yang sangat diperlukan di dunia profesional.

Baca Juga: Prosesi Jokowi Berdoa Saat Melayat Jenazah Paus Fransiskus Disorot, Ini Adab Islam dalam Melayat Non-Muslim

Pengembangan Keterampilan Teknologi dan Kewirausahaan

Tidak hanya berfokus pada pengajaran agama dan pelajaran umum, beberapa pesantren juga menawarkan program kewirausahaan dan keterampilan digital yang mempersiapkan santri untuk masa depan yang penuh dengan teknologi.

Pesantren Al-Falah Ploso dan Pondok Pesantren Lirboyo adalah contoh pesantren yang memberikan pelatihan kewirausahaan serta penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan belajar mereka.

Pesantren Al-Falah Ploso (Kediri)

Pesantren Al-Falah Ploso adalah salah satu pesantren yang menggabungkan pendidikan agama dengan pelatihan kewirausahaan. Pesantren ini memiliki program yang mempersiapkan santri untuk menjalankan bisnis dan berwirausaha dengan keterampilan yang relevan, seperti manajemen dan pengelolaan usaha.

Pesantren Pondok Lirboyo (Kediri)

Pondok Pesantren Lirboyo juga mendalami pendidikan modern dengan memberikan akses teknologi kepada para santri.

Di sini, santri dapat mempelajari keterampilan berbasis teknologi seperti pemrograman dan desain grafis yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja.

Pesantren Langitan (Tuban)

Pesantren Langitan menunjukkan bahwa pesantren dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Mereka tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga memberi pengetahuan terkait pengembangan diri dan keterampilan praktis yang penting dalam dunia yang berkembang pesat, seperti bahasa asing dan kewirausahaan.

Pesantren Al-Anwar Sarang (Rembang)

Pesantren Al-Anwar Sarang juga menyuguhkan pendidikan yang menggabungkan ilmu agama dengan pendidikan formal lainnya.

Pesantren ini memiliki berbagai program pengembangan diri yang memberikan bekal keterampilan kepada santri untuk siap menghadapi dunia kerja.

Baca Juga: BAZNAS Luncurkan Balai Ternak di Trenggalek, Berdayakan Ekonomi Mustahik

Bukti Bahwa Pesantren Masih Relevan

Pesantren-pesantren seperti Gontor, Tebuireng, Sido Giri, Al-Falah Ploso, Pondok Lirboyo, Langitan, dan Al-Anwar Sarang telah membuktikan bahwa pendidikan pesantren masih sangat relevan dengan kebutuhan dunia modern.

Mereka tidak hanya mengajarkan nilai-nilai agama yang kuat, tetapi juga mempersiapkan santri dengan keterampilan umum dan kewirausahaan yang dibutuhkan di dunia profesional.

Dengan mengintegrasikan teknologi, kewirausahaan, dan keterampilan kepemimpinan dalam kurikulum mereka.

Pesantren-pesantren ini memastikan bahwa santri mereka siap untuk bersaing di dunia global yang semakin kompleks. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#modern #pesantren #agama