Trenggaleknjenggelek— Tradisi wisuda yang selama ini identik dengan kelulusan mahasiswa kini makin meluas ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sekolah-sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) turut mengadopsi seremoni ini sebagai bentuk perayaan kelulusan.
Meski secara tujuan tak dipermasalahkan, kekhawatiran mencuat dari sisi biaya. Atribut wisuda seperti toga, jubah, slaber, dan samir membutuhkan dana yang tidak sedikit. Biaya tersebut dibebankan kepada orang tua siswa, yang pada dasarnya juga telah menanggung berbagai pengeluaran lain, mulai dari SPP hingga ujian.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah kalangan mulai mendorong agar kelulusan tetap bisa dirayakan tanpa harus menggelar prosesi wisuda. Terdapat tiga alternatif kegiatan yang dinilai lebih bermakna, ekonomis, edukatif dan terjangkau.
- Kegiatan Sosial
Kelulusan bisa dijadikan momentum untuk berbagi dan menumbuhkan empati sosial. Kunjungan ke panti asuhan atau lembaga sosial lainnya dapat menjadi alternatif yang kuat. Siswa dapat berdonasi alat tulis, buku, atau pakaian layak pakai sambil belajar pentingnya kontribusi terhadap masyarakat.
Tak hanya sekadar seremonial, kegiatan sosial ini memberikan nilai tambah: siswa merasakan langsung dampak dari kepedulian sosial, yang tidak mungkin didapat dari prosesi wisuda formal.
- Kegiatan Pengembangan Kompetensi
Masa transisi pendidikan—dari SD ke SMP, SMP ke SMA, hingga SMA ke perguruan tinggi—adalah fase adaptasi yang tak mudah. Kegiatan pelatihan seperti public speaking, perencanaan masa depan, dan penguatan karakter dapat dibekalkan kepada lulusan sebagai bekal menghadapi tantangan berikutnya.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Trenggalek Dukung Pelarangan Wisuda di Jenjang PAUD hingga SMP
Untuk siswa TK yang akan masuk SD, sekolah bahkan bisa mengedukasi para orang tua mengenai pola asuh dan kesiapan anak dalam memasuki jenjang baru. Kegiatan ini bisa dibarengi dengan pemberian bingkisan apresiatif yang ramah biaya dan bermakna.
- Kegiatan Apresiasi
Kelulusan dapat dirayakan melalui acara sederhana di lingkungan sekolah, diisi dengan penampilan siswa dan pemberian penghargaan bagi mereka yang menunjukkan prestasi akademik maupun non-akademik. Ini menjadi ajang apresiasi dan motivasi yang nyata bagi siswa.
Lebih dari itu, acara semacam ini mampu menciptakan momen kebersamaan yang kuat, tanpa harus membebani keuangan orang tua.
Baca Juga: Dikpora Trenggalek Tegaskan Wisuda Bukan Agenda Resmi Pendidikan
Melalui tiga alternatif tersebut—kegiatan sosial, pengembangan kompetensi, dan apresiasi—kelulusan tetap bisa menjadi momen istimewa tanpa harus menggelar wisuda. Selain mengurangi beban ekonomi, model perayaan ini juga lebih berorientasi pada nilai dan pengalaman.
Sekolah dan orang tua bisa bersama-sama mempertimbangkan bentuk perayaan yang paling tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, demi menciptakan momen kelulusan yang tak hanya berkesan, tapi juga penuh makna.(jaz)
Editor : Zaki Jazai