Trenggaleknjenggelek - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Trenggalek kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi vokasi unggulan di Jawa Timur. Dalam dua tahun ajaran terakhir, yakni 2023/2024 dan 2024/2025, sekolah ini konsisten menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
SMKN 1 Trenggalek berdiri sejak tahun 2000 dan berlokasi di Jl. Brigjen Sutran No. 03, Sumbergedong, Trenggalek. Saat ini, sekolah ini dikenal sebagai SMK favorit di Kabupaten Trenggalek dan telah meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.
Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, SMKN 1 Trenggalek membuka kembali Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). SPMB ini terbagi menjadi tiga tahap, tahap pertama yaitu jalur afirmasi,Tahap kedua yaitu jalur domisili, dan tahap ketiga yaitu jalur prestasi akademik.
Sekolah ini memiliki total daya tampung sebanyak 756 siswa yang terbagi ke dalam 21 kelas. Para calon peserta didik dapat memilih dari tujuh konsentrasi keahlian yang tersedia, sesuai minat dan bakat masing-masing.
Konsentrasi Teknik Kendaraan Ringan menjadi pilihan terbanyak dengan empat kelas, mengakomodasi tingginya minat siswa terhadap dunia otomotif roda empat. Sementara itu, bidang Teknik Sepeda Motor menyediakan tiga kelas, selaras dengan kebutuhan industri sepeda motor yang terus berkembang. Bidang Teknik Pemesinan dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik juga masing-masing memiliki tiga kelas, menyiapkan lulusan yang siap bekerja di sektor manufaktur dan kelistrikan.
Untuk menghadapi revolusi industri dan otomasi, SMKN 1 Trenggalek menyediakan dua kelas khusus Teknik Otomasi Industri. Di sektor agribisnis, tiga kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian disiapkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengolahan hasil pertanian berbasis teknologi. Terakhir, bidang Desain Komunikasi Visual dengan tiga kelas memberikan ruang bagi siswa yang ingin menekuni dunia kreatif dan multimedia.
Berbagai prestasi berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 1 Trenggalek di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Di bidang seni, Wahyu Ahmad dan Subuh Farel meraih Juara Umum Musikalisasi Puisi tingkat provinsi. Sementara itu, Desilia Dian Rohmah & Nabilla Nurma Yunitasari berhasil menyabet Juara 1 dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan (FIKSI) tingkat nasional, menunjukkan potensi kewirausahaan siswa sejak dini.
Prestasi membanggakan juga datang dari bidang lingkungan hidup dan kreativitas. Tristika Ayu Agustin menjadi Juara Umum Climate Change Festival se-Jawa Timur, dan Sella Dia Meta Restiana meraih Juara 1 pada ajang yang sama. Selain itu, M. Nuril Azkal Azkya menunjukkan konsistensinya dalam lomba video kreatif, dengan beberapa kali menjadi juara di tingkat kabupaten dan provinsi, termasuk dalam ajang perpajakan dan kompetisi film pendek.
Bidang olahraga juga tidak kalah bersinar. Tim futsal yang diperkuat oleh Nova Nurhuda, Bangkit, dan Dony Prasetyo menorehkan prestasi di tingkat karesidenan dan provinsi. Di cabang lain, Ashoful Balqi dkk meraih Juara 1 Handball, serta Yogi Bimo Prasetyo yang mencatatkan Juara 1 lomba balap sepeda dan Juara 2 lomba video kreatif tingkat provinsi. Tak ketinggalan, Priska Wulan Ramadhani mempersembahkan Juara 1 Karate Jatim Open Piala Kemenpora RI di tingkat provinsi.
Selain itu, Farel Ahmad Zidan Nabil dkk meraih Juara 2 Imut Futsal Competition 2025 tingkat Karesidenan Kediri, Gustafa Cahya Nugraha dkk Juara 2 TGX Bupati Cup Basketball tingkat Kabupaten, dan Charles Yonas Setty Juara Harapan 1 Pesona Batik Trenggalek 2025.
PLT Kepala SMKN 1 Trenggalek, Ning Fadlillah, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. “Kami tidak sekadar mencetak lulusan yang siap kerja, tapi juga membangun karakter dan daya saing nasional,” jelasnya.
Dengan fasilitas yang lengkap, tenaga pengajar profesional, serta koneksi industri yang luas, SMKN 1 Trenggalek terus menargetkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga mampu bersaing di dunia kerja. Tak heran jika sekolah ini menjadi pilihan utama siswa SMP dan Mts yang ingin melanjutkan ke jenjang SMK.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia industri pun diharapkan terus terjalin untuk membuka lebih banyak peluang magang, pelatihan, dan penempatan kerja. Sinergi ini penting untuk menekan angka pengangguran terdidik dan menjaga kualitas pendidikan vokasi yang berkelanjutan.