Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jangan Salah, Ini Perbedaan Pendaki Tektok, Hiking, dan Trekking

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 11 Mei 2025 | 02:37 WIB

 

Perbedaan tektok, hiking, maupun trekking
Perbedaan tektok, hiking, maupun trekking

Trenggaleknjenggelek – Aktivitas mendaki gunung semakin diminati masyarakat, terutama saat akhir pekan.

Di sejumlah gunung dekat Ibu Kota, lalu lintas pendaki kerap padat, bahkan terlihat beragam gaya dan perlengkapan.

Di antara mereka, tampak pula pendaki dengan tas kecil tanpa perlengkapan berkemah. Mereka dikenal sebagai pendaki tektok.

Pendakian tektok kini menjadi tren tersendiri dalam komunitas pencinta alam.

Meski belum familiar bagi sebagian orang, istilah ini mengacu pada gaya pendakian singkat yang dilakukan dalam satu hari, tanpa menginap atau mendirikan tenda.

Pendaki langsung naik ke puncak dan turun kembali pada hari yang sama.

Model pendakian ini cocok bagi mereka yang memiliki waktu terbatas namun tetap ingin menikmati keindahan alam pegunungan.

Biasanya, gunung yang dipilih memiliki jalur singkat dan waktu tempuh menuju puncak relatif cepat, antara satu hingga tiga jam.

Seperti dikutip Outsideonline, bahkan ada yang bisa dituntaskan kurang dari satu jam.

Berbeda dengan pendakian konvensional, pendaki tektok mengutamakan efisiensi.

Perlengkapan yang dibawa pun ringan, cukup air minum, makanan ringan, dan pakaian cadangan.

Hal ini menjadikan tektok sebagai pilihan ideal bagi pekerja kantoran atau pemula yang ingin mencicipi sensasi mendaki tanpa ribet.

Gaya pendakian tektok kerap disamakan dengan hiking atau trekking.

Meski ketiganya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama melibatkan aktivitas berjalan kaki di alam terbuka, perbedaannya terletak pada durasi, intensitas, dan kebutuhan perlengkapan.

Hiking, menurut Much Better Adventures, umumnya dilakukan di jalur yang telah tersedia dan tidak membutuhkan peralatan kemah.

Durasi hiking bisa lebih panjang dari tektok, mulai dari beberapa jam hingga sehari penuh.

Aktivitas ini lebih bersifat rekreatif dan cocok untuk pemula, karena jalurnya mudah diakses dan tidak terlalu menantang.

Sementara itu, trekking menuntut fisik yang lebih prima. Berdasarkan The Adventure Travel Network, trekking biasanya berlangsung dalam waktu panjang, mulai dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Rutenya melintasi kawasan terpencil, pegunungan tinggi, atau wilayah hutan lebat, dan membutuhkan persiapan logistik serta perlengkapan mendaki yang lebih kompleks.

Baik tektok, hiking, maupun trekking menawarkan pengalaman mendaki yang berbeda.

Bagi pendaki yang menginginkan sensasi alam tanpa harus bermalam di gunung, tektok bisa menjadi pilihan.

Sementara itu, bagi mereka yang ingin tantangan lebih panjang dan mendalam, hiking dan trekking menawarkan petualangan yang lebih intens.

Memahami karakteristik dari ketiga jenis pendakian ini penting agar setiap perjalanan ke alam tetap aman dan menyenangkan.

Pendaki diimbau menyesuaikan pilihan dengan kemampuan fisik, waktu yang tersedia, serta kesiapan perlengkapan. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#hiking #trekking #tektok #PENDAKI