Trenggaleknjenggelek - Tektok, atau mendaki dan turun gunung dalam sehari, kian digemari para pendaki karena terkesan praktis dan menantang.
Namun di balik kesan sederhana itu, banyak pendaki justru lengah dan melakukan kesalahan fatal yang bisa berujung petaka.
Tidak sedikit yang harus turun dalam gelap hanya karena salah hitung waktu tempuh. Tanpa pencahayaan yang memadai seperti headlamp, hal ini bisa sangat berbahaya, apalagi di jalur yang terjal atau licin.
Salah satu blunder umum adalah mengabaikan ramalan cuaca. Mendaki saat hujan atau badai, tanpa perlindungan seperti raincoat atau jaket, dapat meningkatkan risiko hipotermia.
Banyak pula pendaki yang kurang tidur atau tidak sarapan sebelum naik, sehingga tubuh kehabisan tenaga lebih cepat.
Terlebih jika membawa beban terlalu berat, tubuh akan makin terbebani saat menanjak. Sayangnya, pemanasan juga sering dilupakan. Padahal, tanjakan awal tanpa persiapan fisik bisa memicu kram atau cedera otot.
Kesalahan lainnya adalah tidak membawa cukup air atau snack. Dehidrasi sangat mungkin terjadi di jalur cepat, terutama karena jalur tektok biasanya minim sumber air.
Tak sedikit juga yang salah memilih alas kaki—menggunakan sepatu yang tak sesuai bisa menyebabkan kaki lecet, tergelincir, hingga cedera serius.
Lebih parah lagi, beberapa pendaki mengabaikan tanda-tanda altitude sickness, semisal pusing atau mual, yang bisa memburuk jika tetap memaksakan diri.
Dalam pendakian kelompok, kurangnya koordinasi menjadi masalah serius. Komunikasi yang buruk dapat membuat rombongan tercerai-berai, apalagi saat menghadapi keadaan darurat.
Terakhir, banyak yang terlalu ambisius mengejar puncak tanpa memperhitungkan waktu turun yang aman.
Akibatnya, turun dalam kondisi gelap dan lelah menjadi risiko besar yang seharusnya bisa dihindari.
Pendakian tektok bukan sekadar uji stamina. Ia menuntut fisik yang prima, manajemen waktu yang ketat, dan kesiapan penuh.
Jalur yang menantang dan waktu yang terbatas membuat segala bentuk kesalahan sangat mahal harganya.
Maka, jangan pernah remehkan langkah awal Anda di gunung—karena langkah cepat tanpa perhitungan bisa jadi langkah terakhir. (kho)