Pujian yang spesifik bikin anak lebih percaya diri dan menghargai usaha mereka, bukan cuma hasil!
Trenggaleknjenggelek - Banyak orang tua yang memberi pujian kepada anak dengan kata-kata seperti “Kamu pintar banget!” atau “Kamu hebat!”.
Tapi, ternyata, menurut psikologi perkembangan, pujian yang terlalu umum dan berlebihan justru bisa berdampak buruk pada perkembangan anak, lho!
Anak-anak Gen Z, yang lebih kritis dan independen, cenderung merasa pujian seperti itu nggak cukup memotivasi mereka.
Jadi, apa yang sebenarnya anak butuhkan? Pujian yang spesifik dan menghargai usaha mereka!
Baca Juga: Disdikpora Trenggalek Masih Tunggu Laporan Korwil Terkait SD Terdampak Banjir
Misalnya, alih-alih bilang “Kamu pintar,” coba deh bilang, “Wow, kamu udah berusaha keras banget ngerjain PR ini, hasilnya juga bagus!”
Pujian seperti ini nggak cuma bikin anak merasa dihargai, tapi juga memberikan pemahaman bahwa usaha mereka itu lebih penting daripada hanya sekadar hasil akhir.
Psikologi perkembangan mengungkapkan bahwa dengan memuji usaha dan proses, anak akan lebih fokus pada belajar dan berkembang, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Baca Juga: SDN 1 Kelutan Trenggalek Tetap Gelar Ujian Bagi Sisa Kelas VI Meski Diterjang Banjir
Ini juga membantu mereka untuk lebih mudah bangkit dari kegagalan, karena mereka tahu bahwa proses dan usaha mereka dihargai.
Penting juga buat orang tua untuk memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda.
Jangan bandingkan anak dengan teman-temannya, karena itu bisa menurunkan kepercayaan diri mereka.
Baca Juga: Mengenal Konsep Zero Waste sebagai Pendaki Peduli Lingkungan
Lebih baik fokus pada perkembangan anak itu sendiri dan beri mereka dorongan untuk terus berusaha.
Jadi, mulai sekarang, yuk coba berikan pujian yang lebih spesifik dan fokus pada proses!
Ini nggak hanya bikin anak lebih percaya diri, tapi juga menumbuhkan mental juara yang bakal berguna banget untuk masa depan mereka.
Anak-anak Gen Z butuh lebih dari sekadar kata-kata kosong. Mereka butuh pengakuan yang nyata dan sesuai dengan usaha yang sudah mereka lakukan. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani