Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pemprov Jatim Genjot Akses Pendidikan Inklusif, Sediakan Beasiswa SMA/SMK Capai 72 Ribu Penerima

Zaki Jazai • Kamis, 29 Mei 2025 | 22:38 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada siswa SMK beberapa waktu lalu.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada siswa SMK beberapa waktu lalu.

Trenggaleknjenggelek — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas akses pendidikan bagi keluarga pra sejahtera melalui program beasiswa untuk siswa SMA/SMK swasta. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut program ini sebagai langkah konkret mewujudkan pendidikan inklusif sekaligus menekan angka putus sekolah di wilayahnya.

"Alhamdulillah kerja sama yang kami jalin dengan sekolah swasta berjalan lancar dan terus meningkat. Ini melampaui target kami. Dari semula kami targetkan kuota sebesar 30 ribu, meningkat menjadi 56.647 dan sekarang bertambah 28,59 persen atau menjadi 72.841 orang,” ujar Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Kamis (29/5/2025).

Program ini dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan menggandeng lembaga pendidikan swasta, yang memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan kepada siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.

Data UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) mencatat jumlah penerima beasiswa kini mencapai 72.841 siswa. Rinciannya, beasiswa penuh diberikan kepada 12.650 siswa SMA swasta dan 19.912 siswa SMK swasta, sedangkan pendidikan terjangkau menjangkau 11.486 siswa SMA swasta dan 28.793 siswa SMK swasta.

Seluruhnya tersebar di 1.156 lembaga pendidikan dari total 2.936 sekolah swasta di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan, kolaborasi ini memberi peluang besar bagi lulusan SMP yang tidak diterima di SMA/SMK negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya besar.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada lembaga swasta yang telah berkolaborasi dengan kami untuk memberikan pelayanan pendidikan dan bersama mencerdaskan anak-anak kita,” ungkapnya.

Dalam skema program ini, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan memilih melanjutkan di sekolah swasta, dengan syarat mereka tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP).

“Pada Hardiknas lalu, kami sudah sampaikan bahwa setiap kabupaten/kota diberikan kuota 150 calon murid baru dari keluarga prasejahtera (Desil 1 dan 2) termasuk anak buruh dan pekerja, dengan total anggaran Rp5,7 miliar,” ujar Khofifah.

Ia juga memberikan apresiasi khusus untuk wilayah Bangkalan, Pacitan, dan Sampang, yang telah berhasil mendorong seluruh sekolah swastanya menyediakan beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan.

Dalam penguatan layanan penerimaan peserta didik baru, Pemprov juga melakukan berbagai inovasi pada SPMB 2025, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan informasi 24 jam kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa sebanyak 7.155 tim helpdesk telah disiapkan di seluruh tingkatan, mulai dari satuan pendidikan, cabang dinas, hingga Dindik Jatim, guna memastikan proses SPMB berjalan lancar.

Ia menegaskan, masyarakat kini bisa mengakses informasi mengenai sekolah swasta mana yang menyediakan beasiswa penuh atau biaya pendidikan terjangkau, sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.(Jaz)

 

 

 

 

Gunungan tumpeng sebagai lambang kesejahteraan dan harapan juga dihadirkan dalam kegiatan kirab budaya.
Gunungan tumpeng sebagai lambang kesejahteraan dan harapan juga dihadirkan dalam kegiatan kirab budaya.
Editor : Zaki Jazai
#SMA/SMK Swasta #beasiswa #Pemerintah Provinsi Jawa Timur