Trenggaleknjenggelek – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) memastikan 40 ribu kuota beasiswa penuh dan bantuan biaya pendidikan terjangkau. Sebanyak itu disiapkan untuk calon peserta didik baru yang tidak tertampung di SMA/SMK Negeri pada tahun ajaran 2025.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan kebijakan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan SMA dan SMK swasta di seluruh wilayah. Komitmen itu ditegaskan lewat penandatanganan kesepakatan bersama pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
“Melalui langkah strategis ini, kami bekerja sama dengan SMA dan SMK swasta agar bisa memberikan kuota bagi siswa tidak mampu atau calon murid berprestasi yang tidak masuk negeri. Mereka akan diberikan beasiswa penuh dan bantuan biaya pendidikan terjangkau,” ujar Aries.
Menurut Aries, langkah tersebut diambil untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Dari total lulusan SMP dan sederajat di Jatim sebanyak 682.252 murid, hanya 261.396 kursi tersedia di sekolah negeri. Artinya, 61,69 persen siswa — sekitar 420.856 anak — harus ditampung oleh sekolah swasta.
Dindik mencatat, hingga saat ini, sebanyak 24 Cabang Dinas telah menuntaskan kerja sama dengan SMA dan SMK swasta. Hasilnya, kuota beasiswa yang tersedia mencapai 40 ribu siswa, melampaui target awal Pemprov Jatim sebanyak 30 ribu.
Sementara itu, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Mustakim, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjamin murid dari keluarga pra-sejahtera tetap dapat melanjutkan pendidikan menengah tanpa kendala biaya.
“Antara Cabang Dinas dan sekolah swasta sudah tuntas menjalin komitmen bersama. Alhamdulillah, kerja sama ini bahkan melebihi target, mencapai 40 ribu murid,” kata Mustakim.
Informasi seputar beasiswa akan ditampilkan dalam sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Sistem tersebut akan memberikan detail rekomendasi sekolah, lengkap dengan ketersediaan kuota beasiswa masing-masing sekolah.
“Misalnya, sekolah A menyediakan beasiswa penuh untuk 5 anak. Sekolah B menyediakan 10 beasiswa penuh dan 5 beasiswa dispensasi 50 persen. Semua informasi itu akan dimunculkan di website SPMB,” jelasnya.
Sebelumnya, model kerja sama serupa pernah diterapkan secara terbatas di Surabaya dan Sidoarjo. Tahun ini, program diperluas ke seluruh Jawa Timur, yang memiliki 1.083 SMA swasta dan 1.860 SMK swasta.
“Sesuai arahan Ibu Gubernur, tidak boleh ada lagi anak di Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena tidak diterima di negeri dan tidak punya biaya masuk sekolah swasta,” tegas Mustakim.
Beasiswa ini, lanjutnya, bisa diberikan berdasarkan kriteria tertentu, seperti jalur kurang mampu, jalur tahfidz, atau prestasi lomba. “Harapan kami ini jadi jalan keluar bagi siswa berprestasi dan siswa dari keluarga tidak mampu,” pungkasnya.(jaz)