Trenggaleknjenggelek – Hari pertama dibukanya tahapan pengambilan Personal Identification Number (PIN) dalam rangkaian pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2025/2026 masih sepi peminat. Kondisi ini terjadi hampir merata di sejumlah sekolah pelaksana verifikasi data, termasuk di SMKN 1 Pogalan, Trenggalek, Senin (2/6/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan, mayoritas calon peserta SPMB terpaksa pulang tanpa hasil karena tidak membawa Surat Keterangan Lulus (SKL), salah satu dokumen wajib dalam proses pengambilan PIN. Padahal, SKL dari sekolah asal sebagian besar masih dalam proses penerbitan.
Aqila, siswi asal SMPN 1 Pogalan yang ditemui di lokasi, mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mendaftar ke SMKN 1 Pogalan melalui jalur prestasi. Namun rencana itu terpaksa ditunda karena belum memiliki SKL.
“Tadi rencananya mau mendaftar ke sini (SMKN 1 Pogalan, red) lewat jalur prestasi. Sebagai awal, saya ke sini buat ambil PIN. Tapi ternyata harus pakai SKL. Jadi saya harus kembali ke SMP buat ambil SKL yang katanya baru dibagikan besok (Selasa, 3/6/2025),” tutur Aqila.
Senada, Septian Maulana, siswa asal SMPN 1 Trenggalek juga mengalami hal serupa. Ia datang pagi-pagi untuk mengurus pengambilan PIN, namun harus pulang karena SKL dari sekolahnya belum selesai dicetak.
“Sudah antre dari jam delapan pagi, tapi sama petugas diminta balik lagi besok atau lusa karena belum bawa SKL. Katanya SMP saya masih proses cap dan tanda tangan kepala sekolah,” ungkapnya.
Kondisi ini menyebabkan suasana ruang verifikasi di SMKN 1 Pogalan tampak lengang. Beberapa petugas operator pun terlihat menunggu sambil membantu memberikan penjelasan kepada siswa yang datang tanpa kelengkapan berkas.
Seperti diketahui, pengambilan PIN dibuka mulai Senin (2/6/2025) hingga Jumat (13/6/2025). PIN menjadi syarat utama bagi siswa untuk bisa mengakses pendaftaran daring pada empat jalur SPMB: mutasi, afirmasi, prestasi, dan domisili.
Meski begitu, Dinas Pendidikan Jawa Timur sebelumnya telah memberikan kelonggaran bahwa jika SKL belum terbit, siswa masih diperbolehkan menggunakan surat keterangan kelas IX sebagai syarat pengambilan PIN. Namun informasi ini belum tersampaikan secara merata ke semua siswa maupun sekolah asal.
Operator SMKN 1 Pogalan menyarankan para calon pendaftar untuk segera berkoordinasi dengan pihak SMP masing-masing agar proses pengambilan PIN tidak tertunda lebih lama.
Berdasarkan catatan dari situ resmi SPMB Dindik Jatim, pada hari pertama, baru sekitar 9.375 siswa yang berhasil mendapatkan PIN dari total 49.852 pendaftar daring. Artinya, lebih dari 80 persen siswa masih belum menyelesaikan tahapan awal SPMB ini.(jaz)
Editor : Zaki Jazai