Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sistem Zonasi SPMB Jatim Jangan Terlalu Kaku, Terdapat Perbaikan dengan Hanya Dijatah 30 Persen

Zaki Jazai • Kamis, 5 Juni 2025 | 02:50 WIB
Pelaksanaan pengambilan PIN SPMB Jtim di SMKN 1 Pogalan, Trenggalek
Pelaksanaan pengambilan PIN SPMB Jtim di SMKN 1 Pogalan, Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sekarang berganti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus terus diperbarui. Khususnya pada penerimaan jalur zonasi. 

Sebab Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menilai sistem zonasi dalam perlu lebih fleksibel agar tidak merugikan siswa yang tinggal dekat sekolah namun terhambat karena aturan teknis.

“Kalau dulu zonasi itu terlalu dominan, sekarang lebih longgar karena zonasi tinggal 30 persen dan mengutamakan domisili. Ini jauh lebih baik,” ujar Untari seusai rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, perombakan porsi zonasi yang sebelumnya mencapai 50 persen menjadi hanya 30 persen merupakan langkah maju dalam penyempurnaan sistem penerimaan siswa baru. Skema baru ini dinilai lebih adil karena memberikan ruang bagi siswa dengan latar belakang beragam, termasuk yang berprestasi maupun dari keluarga tidak mampu.

“Rayonisasi sekarang berbasis kelurahan. Jadi tidak ada lagi siswa yang rumahnya dekat sekolah tapi tidak diterima karena sistem zonasi yang terlalu kaku,” jelasnya.

Selain jalur zonasi, sistem SPMB tahun ini juga membuka jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan inklusif. Untari menyoroti hadirnya jalur khusus seperti untuk ketua OSIS dan hafiz Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan terhadap capaian non-akademik siswa.

“Mulai sekarang ada jalur inklusif dan eksklusif. Ini apresiasi terhadap anak-anak yang sudah bekerja keras, tidak hanya di akademik, tapi juga di bidang kepemimpinan dan spiritual,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa perubahan sistem ini merupakan hasil evaluasi dua tahun terakhir dan sudah menunjukkan dampak positif.

Karena itu, DPRD Jatim berharap sistem ini tetap dikawal dan terus dievaluasi agar benar-benar menciptakan keadilan dalam akses pendidikan menengah bagi seluruh siswa di Jawa Timur

“SPMB ini memperbaiki sistem yang sebelumnya bermasalah. Ini patut kita apresiasi sebagai langkah maju dunia pendidikan Jawa Timur,” tutupnya.(jaz) 

 

 

 

 

 

Rayan Cherki (kanan) juga diincar Manchester City.
Rayan Cherki (kanan) juga diincar Manchester City.
Rayan Ait-Nouri
Rayan Ait-Nouri
Editor : Zaki Jazai
#spmb #dprd jawa timur #jalur zonasi #Jawa Timur