Trenggaleknjenggelek – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat baru 292.919 calon peserta didik jenjang SMA/SMK yang berhasil memperoleh Personal Identification Number (PIN) untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Angka itu setara dengan 44,78 persen dari total 651.035 siswa yang tercatat dalam sistem SPMB. Sementara sisanya, sekitar 358.116 siswa atau 55,22 persen, belum mengajukan PIN.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan utama pihaknya memperpanjang masa pengambilan PIN hingga 20 Juni 2025.
“Masih ada waktu tambahan diberikan bagi yang belum melengkapi berkas untuk mendapatkan PIN,” ujar Aries, Sabtu (14/6/2025).
Menurutnya, pengajuan PIN merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam proses SPMB, karena tanpa PIN, siswa tidak bisa melanjutkan ke proses pendaftaran jalur apa pun.
Ia menambahkan bahwa masa pengambilan PIN seharusnya berakhir pada 13 Juni 2025. Namun, hingga batas waktu tersebut, data menunjukkan masih banyak siswa belum menyelesaikan pemberkasan dan pengajuan PIN, sehingga perlu adanya perpanjangan waktu.
Meskipun demikian, tahapan pendaftaran SPMB tetap berjalan sesuai jadwal. Tahap pertama, yang mencakup Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi hasil lomba, akan berlangsung pada 16–17 Juni 2025 secara daring, mulai pukul 00.01 hingga 21.00 WIB.
“Untuk tahap pertama tetap sesuai jadwal. Tidak ada perubahan. Pendaftaran dimulai hari Senin dan akan terus berlanjut hingga tahap keempat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelas Aries.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara calon siswa, orang tua, dan pihak sekolah asal untuk mempercepat proses pengajuan PIN sebelum masa perpanjangan berakhir.
“Kami mengimbau kepada calon siswa yang belum mengajukan PIN untuk segera mengajukan. Jangan menunggu hingga akhir masa perpanjangan,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan pendampingan terus dilakukan oleh cabang dinas dan sekolah-sekolah. Selain itu, kanal layanan bantuan juga diperkuat melalui help desk daring dan pusat informasi di tiap kabupaten/kota.
Aries menyebut sistem daring pengajuan PIN melalui laman resmi SPMB Jatim juga terus dipantau dan ditingkatkan kapasitasnya untuk mencegah hambatan teknis.
“Kami pastikan sistem tetap berjalan optimal, terutama menjelang masa pendaftaran. Jadi, kami minta semua pihak segera memanfaatkan waktu yang tersisa,” tandasnya.
Dengan adanya tambahan waktu ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap seluruh siswa yang berhak dapat segera menyelesaikan proses pengajuan PIN, sehingga tidak ada yang kehilangan kesempatan untuk mengikuti SPMB tahun 2025.(jaz)