Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ingin Daftar Jalur Afirmasi SPMB Jatim 2025? KIS dan SKTM Saja Tidak Cukup

Zaki Jazai • Selasa, 17 Juni 2025 | 14:45 WIB
Pengambilan pin SPMB di SMKN 1 Pogalan siswa antusias mengambil pin
Pengambilan pin SPMB di SMKN 1 Pogalan siswa antusias mengambil pin

Trenggaleknjenggelek – Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2025 telah dibuka sejak 16 Juni untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba. Namun, calon murid dari keluarga tidak mampu diingatkan untuk tidak mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) semata untuk lolos jalur afirmasi.

Menurut ketentuan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, KIS dan SKTM tidak secara otomatis menjamin diterimanya murid melalui jalur afirmasi, karena seleksi dilakukan berdasarkan kuota dan verifikasi kelayakan secara ketat.

“Banyak orang tua mengira cukup melampirkan SKTM atau KIS saja untuk masuk jalur afirmasi. Padahal, sistem akan menilai kesesuaian data dengan kategori penerima manfaat terverifikasi, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” kata Mustakim, Kepala UPT TIKP Dindik Jatim.

Jalur afirmasi jenjang SMA tersedia dengan kuota 30 persen, yang terbagi menjadi beberapa kategori: 13 persen untuk keluarga tidak mampu dan program ADEM, 7 persen untuk nilai akademik dari keluarga tidak mampu, 5 persen untuk anak buruh dari keluarga miskin, dan 5 persen untuk penyandang disabilitas. Sementara di jenjang SMK, kuota afirmasi hanya 15 persen, dengan pembagian yang hampir serupa.

Namun demikian, Mustakim menegaskan bahwa tidak semua calon murid dari keluarga miskin dapat langsung diterima di jalur afirmasi.

 “Dokumen pendukung seperti KIS, SKTM, atau PKH hanya digunakan sebagai referensi awal. Sistem kami akan mencocokkan dengan data resmi seperti DTKS, KIP, atau bukti valid dari sekolah asal,” jelasnya.

Ia menyarankan agar para orang tua tidak hanya terpaku pada jalur afirmasi. 

“Banyak kasus, sudah yakin masuk afirmasi karena punya KIS, tapi ternyata tidak lolos karena kuotanya sudah penuh atau tidak sesuai ketentuan data. Padahal bisa saja lebih cocok daftar lewat jalur domisili atau prestasi akademik,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran jalur afirmasi hanya dibuka dua hari, yakni 16–17 Juni, dan tidak bisa diulang. Jika tidak diterima, calon murid harus mengurus ulang PIN untuk mendaftar jalur berikutnya.

SPMB Jatim 2025 menyediakan berbagai jalur lain seperti mutasi dengan kuota 5 persen, prestasi hasil lomba sebesar 5 persen, domisili sebesar 35 persen untuk jenjang SMA dan 10 persen untuk SMK, serta jalur prestasi akademik yang menyediakan kuota terbesar, yakni 25 persen untuk SMA dan 65 persen untuk SMK.

“Orang tua dan siswa perlu menyusun strategi, jangan hanya mengandalkan jalur afirmasi. Pastikan juga dokumen yang diunggah sah dan valid,” tegas Mustakim.

Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi https://spmb.jatimprov.go.id, atau bisa juga melalui sekolah asal. “Kalau tidak lolos di satu jalur, bukan berarti tidak punya peluang. Tapi pastikan semua syarat dan ketentuan sudah dibaca dan dipahami,” pungkasnya.(jaz) 

 

Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise Mulai Siraman, Akad hingga Resepsi Disiarkan TV dan Live Disini
Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise Mulai Siraman, Akad hingga Resepsi Disiarkan TV dan Live Disini
KOMPAK: Ketua Kadin David Wijaya Tjoek (tiga dari kanan) beserta jajaran foto bersama Bupati Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra, serta hadirin prosesi peresmian kantor Kadin
KOMPAK: Ketua Kadin David Wijaya Tjoek (tiga dari kanan) beserta jajaran foto bersama Bupati Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra, serta hadirin prosesi peresmian kantor Kadin
Editor : Zaki Jazai
#afirmasi #spmb #dinas pendidikan provinsi jawa timur