Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Salah Pilih Sekolah Bisa Gugurkan Peluang, Peserta SPMB Jatim Harus Punya Strategi Jitu

Zaki Jazai • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:03 WIB
Proses pendaftaran SPMB di Trenggalek
Proses pendaftaran SPMB di Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan para peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK 2025 agar memiliki strategi yang tepat dalam memilih sekolah. Kesalahan dalam menyusun urutan pilihan sekolah bisa berdampak fatal: menggugurkan peluang masuk sekolah negeri.

“Pak Kepala Dinas Pendidikan juga berpesan ke calon murid agar memakai perhitungan yang cermat untuk memilih sekolah yang mana pilihan pertama, dan selanjutnya,” kata Emil.

Peserta SPMB hanya diberi kesempatan memilih tiga sekolah negeri. Karena itu, Emil menekankan pentingnya memperhitungkan nilai akademik dan jarak domisili secara realistis, agar peluang masuk tidak hangus karena target yang terlalu tinggi.

 “Kalau tidak masuk pilihan pertama, pastikan bisa masuk di pilihan kedua atau ketiga,” ujarnya. “Harus diperhitungkan juga kesempatannya.”

Tahun ini, jalur domisili hanya mendapat porsi 35 persen dari total kuota, lebih kecil dibanding sistem zonasi sebelumnya yang mencapai 50 persen. Sistem seleksi juga menggunakan indeks komposit, yang memperhitungkan nilai dan jarak rumah ke sekolah.

“Seleksi ini berlangsung dengan prosedur yang hasilnya objektif. Domisili ini proporsionalnya 35%, dan ini mempertimbangkan nilai serta jarak – jadi namanya indeks komposit,” terang Emil.

Ia menegaskan bahwa semua sekolah negeri di Jatim pada dasarnya setara dalam hal kualitas. Namun masyarakat masih cenderung menumpuk pilihan pada sekolah-sekolah favorit, yang berujung pada persaingan yang sangat ketat.

 “Hari ini sebenarnya semua sekolah sama, kualitasnya sama. Namun demikian, ada kesan masyarakat memilih sekolah-sekolah tertentu,” katanya.

Untuk memastikan proses seleksi berjalan jujur dan transparan, Pemprov Jatim menyiapkan sistem pengaduan serta posko layanan offline di sejumlah titik.

“Kami juga nanti siapkan ada sistem pengaduan termasuk posko offline-nya jika ada masalah dalam proses seleksi tersebut,” tandas Emil.

Dengan sistem seleksi yang semakin kompetitif, Emil mengajak orang tua dan calon murid menyusun strategi dengan cermat, tidak sekedar mengejar nama besar, tapi memahami peta peluang secara bijak.(jaz) 

 

 

 

Kepala SMAN 1 Pakel Ardi Susanti SPd (baju merah putih) ketika tampil di panggung.
Kepala SMAN 1 Pakel Ardi Susanti SPd (baju merah putih) ketika tampil di panggung.
Editor : Zaki Jazai
#spmb #memilih sekolah #Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak