Trenggaleknjenggelek – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur (Jatim) 2025 masih menyisakan peluang besar bagi calon siswa yang belum lolos pada tahap pertama. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 14.524 kursi masih kosong usai seleksi tahap pertama ditutup.
Kesempatan ini bisa dimanfaatkan calon murid baru melalui tahap kedua, yakni jalur nilai prestasi akademik SMA yang tengah dibuka mulai Minggu (22/6/2025) dini hari hingga Senin (23/6/2025) pukul 21.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menekankan pentingnya strategi yang tepat bagi peserta yang belum diterima agar tidak kembali gagal.
"Calon murid baru yang tidak lolos pada tahap pertama agar memanfaatkan tahap kedua melalui jalur nilai prestasi akademik SMA," ujarnya di Surabaya, Senin (23/6/2025).
Pada tahap pertama, total 130.295 calon murid mendaftar melalui tiga jalur utama: afirmasi, mutasi orang tua/wali, dan prestasi hasil lomba. Dari jumlah itu, 68.411 murid diterima, terdiri dari:
SMA: 41.222 murid diterima dari 59.616 pendaftar, kuota 49.872 kursi
SMK: 27.189 murid diterima dari 70.679 pendaftar, kuota 33.063 kursi
Artinya, masih ada 14.524 kursi yang belum terisi, tersebar di berbagai sekolah negeri di Jawa Timur.
Seleksi jalur nilai prestasi akademik dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor SMP semester 1 sampai 5 dan indeks sekolah asal yang tercatat di sistem Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Aries menjelaskan bahwa pemeringkatan dilakukan secara berlapis dengan urutan sebagai berikut:
1. Nilai akhir akademik
2. Jarak domisili ke sekolah tujuan
3. Indeks satuan pendidikan asal
4. Urutan perolehan rata-rata nilai rapor per mata pelajaran
5. Waktu pendaftaran
"Semua unsur akan diperhitungkan secara sistematis dan objektif, jadi penting untuk menghitung peluang dan strategi sekolah tujuan dengan cermat," katanya.
Dalam tahap kedua ini, calon murid bisa memilih hingga tiga SMA dengan skema sebagai berikut:
Tiga sekolah di dalam rayon
Dua sekolah di dalam rayon dan satu di luar rayon dalam kabupaten/kota yang sama
Satu sekolah di luar rayon antar kabupaten/kota yang berbatasan
"Jika tidak diterima di SMA pilihan pertama, maka sistem akan otomatis memasukkan ke pemeringkatan pilihan kedua dan ketiga dengan kriteria yang sama," jelas Aries.
Aries menegaskan bahwa jalur akademik bukan hanya soal nilai tinggi, tapi juga soal persebaran pilihan sekolah dan pemahaman sistem.
"Banyak calon siswa gagal bukan karena nilainya rendah, tapi karena tidak menghitung peluang dan memilih sekolah yang terlalu padat peminat," ujarnya.
Ia pun mendorong calon murid dan orang tua untuk berkonsultasi dengan guru atau pihak sekolah asal agar tidak salah langkah dalam strategi pendaftaran tahap kedua ini.(jaz)
Editor : Zaki Jazai