Trenggaleknjenggelek – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2025 dinilai lebih tertib dan taat asas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, Dewan Pendidikan Jawa Timur mencatat masih adanya sejumlah kendala teknis yang terjadi di lapangan dan perlu menjadi perhatian serius.
Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Muhammad Yunus, mengatakan bahwa secara umum mekanisme seleksi tahun ini berjalan lebih baik dan transparan. Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi dokumen hingga pengumuman dan daftar ulang, dinilai mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Secara umum, SPMB 2025 jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tahapannya berjalan tertib dan mekanisme yang digunakan lebih menjamin keadilan. Semua mengacu pada Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025,” ujar Yunus.
Meski begitu, Dewan Pendidikan menyoroti sejumlah kasus teknis yang mencuat, salah satunya di SMAN 1 Giri, Banyuwangi. Di sekolah tersebut, terjadi kelebihan jumlah peserta yang dinyatakan lolos jalur afirmasi, melebihi kuota yang tersedia secara signifikan.
“Kasus seperti di SMAN 1 Giri ini harus dicermati. Perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah memang murni kesalahan sistem atau human error dari operator di sekolah. Karena dalam sistem digital, celah seperti ini bisa saja terjadi dan penting untuk segera dibenahi,” jelasnya.
Yunus menambahkan bahwa kejadian seperti ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang komprehensif terhadap sistem digital dalam proses seleksi. Ia berharap proses evaluasi pasca-SPMB tahun ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak.
Dewan Pendidikan Jawa Timur mendorong agar pemerintah provinsi dan seluruh stakeholder pendidikan dapat menjadikan evaluasi ini sebagai landasan untuk perbaikan berkelanjutan, demi mewujudkan akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas.(jaz)
Editor : Zaki Jazai