Trenggaleknjenggelek - Perubahan sistem belajar dari enam hari ke lima hari sekolah dalam seminggu menimbulkan berbagai perdebatan.
Sebelumnya, siswa terbiasa masuk dari Senin hingga Sabtu, dengan libur di hari Minggu atau Jumat untuk sekolah berbasis agama.
Kini, sebagian daerah sudah menerapkan sistem belajar 5 hari penuh, dari Senin hingga Jumat, dengan durasi lebih panjang per harinya. Lalu, apakah sistem ini benar-benar lebih efektif?
Waktu Istirahat Penting untuk Mental Anak
Belajar lima hari dengan dua hari libur bisa memberi waktu pemulihan mental lebih baik bagi anak-anak.
Dua hari libur dianggap membantu mengurangi stres, mendorong bonding keluarga, serta memberi ruang untuk eksplorasi minat non-akademik. Ini sangat penting dalam era digital, di mana tekanan akademik semakin tinggi.
Namun, psikolog juga menyoroti tantangan konsentrasi. Jam belajar yang diperpanjang bisa membuat siswa kelelahan jika tidak diimbangi dengan metode belajar yang variatif dan waktu istirahat yang cukup di sela pelajaran.
Efisiensi vs Beban Kurikulum
Dari sudut pandang guru, sistem lima hari bisa lebih efisien secara administratif, terutama jika disertai perencanaan kurikulum yang padat namun terukur.
Namun, ada kekhawatiran soal penumpukan materi dalam waktu singkat. Banyak guru mengaku kesulitan menyelesaikan silabus karena waktu pengajaran jadi terbatas.
Guru-guru senior membandingkan dengan sistem lama yang membagi beban belajar lebih merata sepanjang enam hari, meskipun durasinya lebih singkat. Siswa zaman dulu terlihat lebih rileks karena tidak diburu target dalam sehari.
Efektivitas Bergantung pada Implementasi
Tidak ada sistem yang sempurna. Efektivitas belajar 5 hari tergantung pada pendekatan sekolah, dukungan orang tua, dan kesiapan mental siswa.
Sistem ini berpotensi lebih sehat secara psikologis, tetapi bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi strategi pengajaran yang adaptif.
Penting bagi pihak sekolah dan pemerintah untuk terus mengevaluasi pelaksanaan sistem ini berdasarkan keseimbangan antara akademik, sosial, dan emosional siswa.
Yang utama, bukan berapa hari siswa belajar, tapi bagaimana mereka belajar dengan baik. (sun)