Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Berkunjung ke Trenggalek, DPRD Jatim Dapat Laporan Dugaan Pungli pada SPMB Berbasis Iuran Komite Masih

Zaki Jazai • Selasa, 8 Juli 2025 | 17:41 WIB
Proses pengambilan PIN dalam SPMB Jatim di SMKN 1 Pogalan, Trenggalek
Proses pengambilan PIN dalam SPMB Jatim di SMKN 1 Pogalan, Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang membebani wali murid dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau SPMB di beberapa SMA/SMK Negeri di Trenggalek. Ia menyoroti munculnya berbagai pungutan dengan label sumbangan atau iuran komite yang nilainya tidak sedikit dan kerap menimbulkan keresahan masyarakat.

 Baca Juga: DPRD Jatim Sesalkan Pembelian Seragam di SMA/SMK Negeri Trenggalek Hampir Rp 195 Ribu per Potong

Dalam pengaduan yang diterimanya, terdapat beberapa sekolah yang menetapkan sumbangan peningkatan prestasi sebesar Rp 150 ribu per bulan serta iuran komite sebesar Rp 200 ribu per bulan. Bahkan, ada informasi bahwa sebagian dana komite disiapkan untuk “mengantisipasi” persoalan hukum yang mungkin muncul.

"Ini aneh. Sumbangan seharusnya bersifat sukarela, bukan jadi kewajiban yang memberatkan. Apalagi jika alasannya tidak jelas atau tidak masuk akal," tegas Deni.

Ia menilai, tanpa pengawasan yang ketat, iuran komite dan sumbangan seperti itu bisa menjurus pada praktik pungli terselubung. Ia pun meminta agar pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan pihak sekolah memastikan bahwa seluruh bentuk pungutan dalam proses penerimaan siswa baru maupun kegiatan pendidikan lainnya harus bersifat transparan dan tidak memaksa.

Deni menambahkan bahwa pihaknya di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait pungutan-pungutan tak wajar di sekolah negeri.

Ia juga mendesak pemerintah untuk lebih aktif melakukan inspeksi mendadak serta memperbaiki sistem pengawasan internal pendidikan.

"Kalau tidak ditangani serius, masalah pungutan liar ini akan terus berulang dan jadi beban warga, terutama mereka yang dari kalangan ekonomi lemah. Sekolah negeri itu seharusnya memberi kesempatan, bukan mempersulit," pungkasnya.(jaz) 

 

 

 

TAKTIS: Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika memberikan paparan mengenai kiat menghadapi kebijakan dagang di Pendopo Kabupaten Jepara Senin (7/7).
TAKTIS: Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika memberikan paparan mengenai kiat menghadapi kebijakan dagang di Pendopo Kabupaten Jepara Senin (7/7).
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Zaki Jazai
#spmb #dprd jawa timur #Dugaan Pungutan Liar