Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 Dimulai, Siswa Bebas Gunakan Seragam SMP

Zaki Jazai • Senin, 14 Juli 2025 | 06:08 WIB
Siswa SMA/ SMK sedang melakukan upacara yang akan membuka PPDB
Siswa SMA/ SMK sedang melakukan upacara yang akan membuka PPDB

Trenggaleknjenggelek — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai serentak pada Senin, 14 Juli 2025. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memastikan pelaksanaan MPLS tahun ini mengedepankan pendekatan yang ramah dan membangun karakter siswa sejak hari pertama sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa tidak ada ketentuan khusus soal seragam bagi siswa baru selama MPLS berlangsung. Ia menegaskan, siswa tidak diwajibkan mengenakan seragam SMA, SMK, atau SLB.“Tidak ada kewajiban memakai seragam SMA, SMK, atau SLB. Mereka kami bebaskan menggunakan seragam SMP asal,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).

Orang tua siswa pun diberi keleluasaan untuk membeli seragam baru melalui koperasi sekolah atau toko umum yang menjual pakaian seragam. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban biaya di awal tahun ajaran.

Aries juga memastikan bahwa praktik-praktik kekerasan atau perpeloncoan tidak boleh terjadi di masa MPLS. Sebaliknya, kegiatan diperuntukkan sebagai sarana menyenangkan dan positif untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan menumbuhkan semangat belajar.

 “Para murid tidak lagi menggunakan atribut aneh atau mengalami perpeloncoan. Sebaliknya, dengan MPLS Ramah, para murid akan mengikuti kegiatan yang menyenangkan, positif, serta berkarya,” tegasnya.

MPLS tahun ini dilaksanakan dengan mengacu pada arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni mengedepankan pendekatan ramah anak. Tujuannya tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat karakter dan adaptasi siswa sejak dini.

“Melalui MPLS ini, pengembangan, penelusuran, dan pemanduan minat bakat anak akan dilakukan sejak minggu pertama pembelajaran di sekolah,” tambah Aries.

Setiap sekolah diminta melaksanakan MPLS berdasarkan enam prinsip: ramah, edukatif, efektif dan efisien, inklusif, partisipatif, dan fleksibel. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pedoman dalam membentuk ekosistem pendidikan yang sehat dan mendukung pertumbuhan peserta didik.

Aries menambahkan bahwa MPLS juga menjadi wadah untuk memperkuat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta memuat edukasi pencegahan terhadap sejumlah persoalan serius seperti pornografi, penyalahgunaan NAPZA, judi online, dan penguatan wawasan kebangsaan melalui Empat Pilar Kebangsaan.

Dengan pendekatan baru ini, MPLS diharapkan tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan bekal penting bagi siswa baru dalam menjalani masa pendidikan menengah. 

“MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan, tapi momentum strategis dalam membentuk karakter dan semangat belajar anak sejak awal,” pungkasnya.(jaz) 

 

 

 

 

 

 

 

START: Para peserta mulai battle dalam babak penyisihan Aquabike Indonesian Championship series 1 di Pantai Bandengan Jepara.
START: Para peserta mulai battle dalam babak penyisihan Aquabike Indonesian Championship series 1 di Pantai Bandengan Jepara.
ADU CEPAT: Atlet nasional berebut juara untuk tiket Aqubike Internasional.
ADU CEPAT: Atlet nasional berebut juara untuk tiket Aqubike Internasional.
MENIKUNG: Para atlet saling curi kelengahan di setiap batas dan titik race.
MENIKUNG: Para atlet saling curi kelengahan di setiap batas dan titik race.
FINISHED: Para atlet buru garis finish paling cepat untuk kantongi poin.
FINISHED: Para atlet buru garis finish paling cepat untuk kantongi poin.
BRILIAN: Boanerges Brilliant Ratag memimpin sebagai juara 1 pada GP1.
BRILIAN: Boanerges Brilliant Ratag memimpin sebagai juara 1 pada GP1.
Editor : Zaki Jazai
#dinas pendidikan jawa timur #seragam #Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)