TRENGGALEKJENGGELEK – Kekurangan siswa baru tidak hanya menimpa sekolah di pinggiran Trenggalek.
SDN 3 Tamanan yang terletak di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek juga mengalami kekurangan siswa.
Baca Juga: SMPN 2 Gandusari Trenggalek Hanya Mendapat 8 Siswa, Ini Pemicunya
SDN 3 Tamanan hanya mendapatkan empat siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai tujuh siswa.
Meski berada di kawasan strategis, nyatanya lokasi sekolah yang berada di pusat kota Trenggalek tak lantas menjadi jaminan mudah mendapatkan murid.
Baca Juga: SDN 1 Kendalrejo Durenan Trenggalek Hanya Memperoleh 1 Siswa di Tahun Ajaran Baru 2025/2026
Padahal SDN 3 Tamanan berada di sekitar fasilitas publik seperti RSUD dr. Soedomo, Perumda Air Minum Tirta Wening, dan sejumlah kantor pelayanan masyarakat lainnya.
“Kami ini berada di pusat kota, fasilitas sekolah pun cukup lengkap dan memadai,” ujar Kepala SDN 3 Tamanan, Ririn Farida, saat ditemui pada Senin (14/7/2025).
Baca Juga: SDN 1 Gembleb Trenggalek Hanya Mendapat Satu Siswa Baru, Ini Penjelasan Guru dan Wali Murid
Namun, minimnya jumlah pendaftar diduga akibat menjamurnya sekolah swasta di wilayah Trenggalek.
Banyak orang tua memilih menyekolahkan anak mereka ke lembaga swasta yang dinilai memiliki sarana prasarana (sarpras) lebih mewah dan menjanjikan.
Baca Juga: 21 SD Negeri di Trenggalek Sepi Pendaftar, SDN 3 Sumurup Paling Menyedihkan
“Banyak yang beralih ke sekolah swasta karena dianggap lebih modern dan lengkap. Bahkan kami sempat berseloroh, jangan-jangan ini juga karena program Keluarga Berencana (KB) yang berhasil,” tambah Ririn sambil tersenyum.
Pihak sekolah sebenarnya sudah melakukan pendekatan langsung ke masyarakat sekitar atau "bergerilya" untuk sosialisasi, namun tantangan tetap ada.
Salah satu masalahnya, SDN 3 Tamanan tidak memiliki Taman Kanak-Kanak (TK) di dalam satu kompleks, sehingga tidak ada alur lanjutan dari langsung ke SD.
Meski demikian, sekolah tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi siswa-siswinya. Khususnya menambah ekstrakurikuler bagi siswa.
“Kami jalankan proses belajar-mengajar layaknya les privat, karena muridnya sedikit. Justru lebih intensif dan personal,” tegas Ririn. ****
Editor : Dharaka R. Perdana