TRENGGALEKJENGGELEK - Fenomena kekurangan siswa di beberapa sekolah di Trenggalek pada tahun ajaran baru ini menyedot perhatian warganet.
Ada yang merasa prihatin mengenai nasib sekolah di Trenggalek yang mengalami kekurangan siswa.
Baca Juga: SDN 3 Tamanan Trenggalek Hanya Dapat 4 Siswa Baru, Kepala Sekolah: Serasa Les Privat
Namun tak sedikit yang menjadikannya bahan guyonan bernada satir pada kondisi yang dihadapi cukup banyak sekolah di Trenggalek itu.
Kendati demikian ada juga yang menyemangati siswa yang diterima untuk terus belajar, meskipun tak memiliki teman.
Baca Juga: SMPN 2 Gandusari Trenggalek Hanya Mendapat 8 Siswa, Ini Pemicunya
Seperti yang diungkapkan akun @sahnap0*: Lek bgiku iku malah iso full fokus sinau, masio ra akeh kancane, tp lek masalah pelajaran malah di perhatikan. Bagiku ku kesempatan bngt jdi murid, ora paham mapel e iso les ng guru kelas e dewe ???? semangat
Sedangkan akun @aziz.yuwaf* mengatakan, Mungkin SD bisa introspeksi diri. Kenapa ortu banyak yg pilih swasta?. Y mungkin salah satunya ditambah kebiasaan praktek keagamaan (ngaji, shalat duha dll) dan tambahan bahasa. Karena swasta kebanyakan sudah sperti itu.
Baca Juga: SDN 1 Kendalrejo Durenan Trenggalek Hanya Memperoleh 1 Siswa di Tahun Ajaran Baru 2025/2026
Akun @rudirudi837* justru bilang membandingkan dengan kondisi di daerahnya. Meskipun satu tapi masih di ajar... seandainya tempat ku seperti ini....ada murid satu,, untuk kelas 3, masak di jadikan satu di kelas 4....parah tempatku
Kondisi ini pun juga menjadi bahan selorohan @_baharik* yang menulis Auto dadi ketua kelas, bendahara, sekertaris.. 6 tahun lagi kalo ada wisuda menjadi murid dengan kelulusan terbaik di sekolahnya
Baca Juga: SDN 1 Gembleb Trenggalek Hanya Mendapat Satu Siswa Baru, Ini Penjelasan Guru dan Wali Murid
Warganet pun mengungkapkan minimnya jumlah siswa diduga dipicu keberhasilan program KB. Seperti yang diungkapkan @ini_whyyou_080* masio murid e mek siji gurune tetp bayaran kok,lak tambah enak ta????bukti program kb berhasil????
Sekadar diketahui pada tahun ajaran 2025/2026, beberapa sekolah negeri di Trenggalek mengalami kekurangan siswa.
Sebagian besar adalah jenjang sekolah dasar (SD) dan ada juga jenjang sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami nasib serupa.
Hal yang diungkapkan sebagian besar sekolah adalah persaingan dengan lembaga pendidikan swasta yang kian menjamur.
Bahkan sekolah swasta sering menawarkan program yang tidak ada di sekolah negeri, meskipun harus membayar lebih mahal. ****