Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MPLS Guru Harus Bekali Siswa dengan Teknologi dan AI, Antisipasi Dampak Negatif Dunia Digital

Zaki Jazai • Selasa, 15 Juli 2025 | 13:05 WIB
Kegiatan MPLS di SDN 1 Gembleb Trenggalek yang hanya diikuti dua siswa
Kegiatan MPLS di SDN 1 Gembleb Trenggalek yang hanya diikuti dua siswa

Trenggaleknjenggelek – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai di seluruh sekolah di Jawa Timur pada Senin (14/7/2025). Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah dan menumbuhkan semangat belajar, MPLS tahun ini juga dituntut membekali siswa baru dengan keterampilan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai langkah strategis menghadapi tantangan era digital.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus mulai diperkenalkan sejak dini. Menurutnya, perkembangan dunia digital saat ini membawa tantangan serius, terutama bagi pelajar yang mudah terpapar informasi tanpa filter.

“Kami mendorong agar setiap sekolah dalam kegiatan MPLS tidak hanya mengenalkan program dan tata tertib, tapi juga mulai memperkenalkan keterampilan dasar teknologi dan kecerdasan buatan,” ungkap Aries.

Aries menambahkan, edukasi digital ini penting untuk memfilter informasi, memahami etika bermedia sosial, serta membekali siswa dalam mengenali dan menghindari bahaya dunia maya seperti judi online (judol), pinjaman online ilegal (pinjol), penyebaran hoaks, hingga konten negatif.

Tahun ini, MPLS mengusung tema “MPLS Ramah”, sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tema tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak anak, penanaman nilai karakter, serta kesadaran terhadap isu sosial dan keamanan digital.

“Semua sekolah wajib mengikuti juknis yang telah kami edarkan. Pelaksanaan MPLS harus menjunjung prinsip inklusif, ramah anak, dan edukatif. Tidak boleh ada perpeloncoan dalam bentuk apapun,” tegas Aries.

Ia juga menyebut bahwa dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, Dindik Jatim menggandeng sejumlah mitra dan pakar digital untuk membantu sekolah menyusun materi pengenalan teknologi yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa baru.

 “Kami sadar bahwa siswa baru, terutama yang baru masuk jenjang SMA atau SMK, adalah generasi digital native. Maka tugas sekolah adalah mengarahkan mereka agar menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Tak hanya mengenalkan AI dan teknologi produktif, MPLS juga menjadi momentum untuk mensosialisasikan bahaya judi online, pinjol ilegal, narkoba, serta kekerasan digital yang kian marak di kalangan remaja. Materi ini akan disampaikan secara interaktif oleh guru, narasumber dari instansi terkait, dan mitra kepolisian.

Dindik Jatim juga menegaskan bahwa setiap rangkaian kegiatan MPLS harus mendapat pendampingan dari guru, bukan diserahkan kepada siswa senior seperti OSIS atau MPK. Setiap kepala sekolah diminta untuk melaporkan kegiatan MPLS secara berkala, termasuk dokumentasi dan evaluasi hasilnya.

Aries berharap pelaksanaan MPLS 2025 menjadi momen awal pendidikan menengah yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun fondasi keterampilan masa depan bagi peserta didik.

 “MPLS tahun ini bukan hanya tentang adaptasi, tetapi juga tentang menyiapkan siswa baru menghadapi masa depan. Karena itu, kami mendorong kolaborasi semua pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga stakeholder pendidikan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan baru yang lebih relevan terhadap tantangan zaman, MPLS 2025 diharapkan bisa menjadi gerbang penting pembentukan generasi muda yang cerdas digital, berkarakter, dan tangguh menghadapi masa depan.(jaz) 

 

Editor : Zaki Jazai
#ai #mpls #dinas pendidikan provinsi jawa timur #teknologi