Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

SDN 1 Kendalrejo Hanya Dapat Satu Siswa, DPRD Jatim: Ini Persoalan yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Zaki Jazai • Jumat, 18 Juli 2025 | 03:42 WIB
Kegiatan MPLS, seperti tur sekolah dan outbound, membantu siswa baru beradaptasi dan berinteraksi.
Kegiatan MPLS, seperti tur sekolah dan outbound, membantu siswa baru beradaptasi dan berinteraksi.

Trenggaleknjenggelek – Realitas menurunnya jumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) kembali mengemuka. Di Trenggalek, tepatnya di SDN 1 Kendalrejo, hanya satu siswa baru yang mendaftar untuk tahun ajaran 2025/2026. Kondisi ini memantik keprihatinan serius dari DPRD Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Agus Cahyono, menyebut fenomena ini tak bisa dianggap sepele. Ia menilai, minimnya jumlah peserta didik di sekolah negeri seperti SDN 1 Kendalrejo merupakan sinyal penting untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dasar secara menyeluruh.

“Sekolah hanya dapat satu siswa, ini persoalan serius. Perlu ada langkah konkret dan kebijakan strategis dari pemerintah daerah,” ujar legislator asal Dapil Jatim IX (Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi).

Menurut Agus, ada beberapa faktor penyebab rendahnya animo masyarakat menyekolahkan anak di SDN. Di Kendalrejo sendiri terdapat tiga SDN dan satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang letaknya berdekatan. Keberadaan MI yang memiliki program unggulan, seperti tahfidz Al-Qur’an, menjadi daya tarik utama bagi orang tua.

“MI Kendalrejo memiliki program tahfidz, itu menjadi magnet bagi masyarakat. SDN kalah bersaing karena belum mampu menawarkan program serupa,” ujarnya.

Tak hanya persoalan mutu dan daya tarik program, faktor demografi juga turut mempengaruhi. Agus menyebut penurunan jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut turut menyumbang rendahnya jumlah pendaftar di SDN.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa akar masalah bukan sekadar pada jumlah siswa, tetapi juga pada persepsi masyarakat terhadap mutu sekolah negeri.

“Masyarakat mulai berpaling dari SDN karena merasa programnya kurang menarik dan tidak adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ini harus jadi refleksi,” katanya.

Sebagai solusi jangka pendek, Agus mendorong langkah merger antar sekolah yang letaknya berdekatan. Ia menilai, penggabungan sekolah bisa menjadi upaya efisiensi sekaligus menjaga keberlangsungan pembelajaran.

“Jarak antar SD hanya 200 meter. Sangat memungkinkan untuk dilakukan penggabungan agar pengelolaan lebih efektif,” jelas politisi PKS tersebut.

Meski demikian, ia menekankan bahwa langkah merger bukan jawaban satu-satunya. Inovasi di sekolah negeri harus terus didorong agar mampu bersaing.

“Inovasi program, peningkatan kualitas guru, pendekatan pembelajaran yang kontekstual—itu penting agar SDN kembali jadi pilihan utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di Trenggalek, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Karenanya, sinergi lintas sektor dan keberanian membuat terobosan kebijakan sangat dibutuhkan.

“Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau adalah hak semua anak. Jangan sampai sekolah negeri hanya jadi bangunan kosong tanpa murid,” pungkasnya.(jaz) 

 

All-New Destinator
All-New Destinator
Desain SUV yang halus dan autentik
Desain SUV yang halus dan autentik
Interior premium yang luas yang menjamin kenyamanan bagi semua penumpang
Interior premium yang luas yang menjamin kenyamanan bagi semua penumpang
Panoramic sunroof dan ambient lighting 64 warna untuk sebuah nuansa premium
Panoramic sunroof dan ambient lighting 64 warna untuk sebuah nuansa premium
Panel layar SDA berukuran 12,3 inci dan digital driver display 8 inci tingkatkan kenyamanan berkendara
Panel layar SDA berukuran 12,3 inci dan digital driver display 8 inci tingkatkan kenyamanan berkendara
Lima mode berkendara untuk performa optimal di berbagai kondisi jalan
Lima mode berkendara untuk performa optimal di berbagai kondisi jalan
Editor : Zaki Jazai
#Satu Siswa Baru #sekolah dasar negeri #dprd jatim