Trenggaleknjenggelek – Balai Bahasa Provinsi (BBP) Jawa Timur memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam membina kemahiran berbahasa masyarakat, khususnya di kalangan pendidik. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi guru non-bahasa yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek.
Sebanyak 70 guru mengikuti kegiatan ini secara luring dan sekitar 50 guru lainnya bergabung melalui platform Zoom.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu para guru non-bahasa meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan ejaan yang berlaku, agar dapat lebih cermat dalam menulis maupun menyampaikan materi pembelajaran.
Kepala BBP Jatim, Puji Retno Hardinintyas, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru, terutama dalam penyusunan karya ilmiah yang sesuai dengan standar kebahasaan nasional.
Penulisan kalimat dan pemilihan kata bisa sesuai dengan ejaan dan kaidah Bahasa Indonesia. Harapannya, guru-guru non-bahasa juga mampu menghasilkan tulisan ilmiah yang baik dan benar,” ujar Retno saat dikonfirmasi.
Ia juga mendorong peserta untuk mengunduh aplikasi Halo Bahasa di gawai masing-masing sebagai alat bantu belajar. Aplikasi ini menyediakan informasi tentang kata baku dan tidak baku, serta panduan dalam penggunaan kosakata.
“Halo Bahasa dapat membantu kita lebih cermat dalam menggunakan kata, apakah baku atau tidak, misal, ‘praktek’ atau ‘praktik’,” jelas Retno.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru non-bahasa di Trenggalek tidak hanya menjadi pengajar di bidang keilmuannya, tetapi juga menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk turut menyebarluaskan semangat Trigatra Bangun Bahasa.
“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing, “ Tutur Retno.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono mengakui menyambut baik inisiatif BBP Jatim dan menegaskan pentingnya kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan tenaga pendidik, tidak hanya bagi guru bahasa.
“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa. Melalui pelatihan seperti ini, kita memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus profesionalisme guru,” ujar Agoes. (Jaz)
Editor : Zaki Jazai