Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

300 Guru TIK SMA/SMK se-Jatim Didorong Jadi Penggerak Transformasi Digital Sekola

Zaki Jazai • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:04 WIB
Coding masuk kurikulum kelas 5 SD mulai tahun depan.
Coding masuk kurikulum kelas 5 SD mulai tahun depan.

Trenggaleknjenggelek – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat telah membawa dampak signifikan pada dunia pendidikan. Untuk menjawab tantangan era digital, sebanyak 300 guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) jenjang SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Pelatihan Jatim Digital Learning: Peningkatan Kompetensi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Indonesia Digital Learning yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan diadopsi di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama AI dan pemrograman, dalam proses pembelajaran.

Dalam pelatihan yang berlangsung pada Kamis (24/7/2025) ini, peserta dibekali keterampilan praktis seputar pemrograman (coding), pemanfaatan AI untuk pengembangan pembelajaran yang interaktif, serta strategi integrasi teknologi digital dalam kurikulum sekolah.

Peneliti dan praktisi pendidikan menilai, pemanfaatan AI bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi alat strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi ini dapat mendukung personalisasi proses belajar, mempercepat evaluasi pembelajaran, serta menyediakan materi yang adaptif terhadap kebutuhan siswa.

Sri Wahyuni, Guru TIK dari SMK Negeri 5 Malang, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa AI bukan hanya materi ajar, tetapi juga alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengenalkan konsep AI kepada siswa sekaligus menggunakannya untuk merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif,” ujarnya.

Tak hanya peningkatan kompetensi individu guru, pelatihan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 4: Quality Education dan Goal 9: Industry, Innovation, and Infrastructure. Kedua tujuan ini menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman, serta pemanfaatan teknologi dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, guru-guru TIK diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikasi kompetensi digital, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi digital di sekolah masing-masing. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar pelatihan semacam ini terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.(jaz)

 

Editor : Zaki Jazai
#teknolgi #kecerdasan buatan #dunia pendidikan