Trenggaleknjenggelek – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai pelaksanaan asesmen Talent DNA di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) seperti pada SRMA 37 Gresik sebagai langkah penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan.
Baca Juga: Kemenag Trenggalek Usulkan Pencabutan Izin Operasional Ponpes Supar Pasca Vonis 14 Tahun
Sejak awal pekan lalu, siswa baru SRMA 37 yang resmi masuk asrama pada akhir Agustus mulai menjalani tes berbasis online tersebut. Talent DNA berfungsi memetakan minat, bakat, serta potensi siswa dengan cara sederhana namun aplikatif. Tes ini disebut mirip tes IQ, namun lebih mudah dipahami siswa maupun pendidik.
“Mereka dicek minat dan bakatnya melalui Talent DNA. Harapannya, ini tidak hanya menjadi ritual program, tetapi sungguh menjadi alat transformasi sosial,” ujar Puguh saat dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: GMNI Trenggalek Kecamatan Tindakan Komersialisasi Pendidikan
Legislator fraksi PKS itu menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat ditujukan memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga dhuafa, khususnya kelompok masyarakat miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2, untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas dengan fasilitas setara sekolah swasta.
“Jika anak-anak dari keluarga miskin ini dibekali pendidikan berkualitas dan difasilitasi untuk mengenali potensinya, maka mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan pemutus rantai kemiskinan keluarganya,” tegasnya.
Baca Juga: Kenapa Belajar dengan Game Lebih Mudah Masuk Otak Dibanding Cara Konvensional?
Lebih lanjut, Puguh berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk naik kelas dalam kehidupan sosial-ekonomi.
“Dengan bekal ini, mereka akan terangsang untuk mengejar cita-cita, baik melanjutkan kuliah, bekerja, maupun berwirausaha. Sehingga lahir generasi baru yang mampu mengangkat kondisi ekonomi keluarga, sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungannya,” pungkasnya.(jaz)
Editor : Zaki Jazai