Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bendahara BOS SMAN 1 Kampak Trenggalek Mundur Imbas Siswa Demo, Dampak Serius Akan Timbul Terkait Penyusunan RKAS 2026, Plt Kepala Bilang Begini

Zaki Jazai • Kamis, 25 September 2025 | 16:08 WIB

 

Aksi demo siswa SMAN 1 Kampak Tuntut kejelasan pengelolaan dana sumbangan
Aksi demo siswa SMAN 1 Kampak Tuntut kejelasan pengelolaan dana sumbangan

 

TRENGGALEK - Pasca aksi demo siswa yang menuntut transparansi dana sekolah, SMAN 1 Kampak Trenggalek kembali menghadapi persoalan baru.

Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMAN 1 Kampak Trenggalek memilih mundur dari jabatannya dengan alasan sudah terlalu lama menjabat dan ingin ada regenerasi.

Jika posisi itu tidak segera terisi, penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2026  di SMAN 1 Kampak dikhawatirkan terhambat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Kampak, Leif Sulaiman, yang juga menjabat Kepala SMAN 1 Trenggalek, membenarkan rencana mundurnya bendahara BOS.

Dia menegaskan bahwa keputusan itu bukan karena tekanan demo, melainkan murni alasan regenerasi.

“Saat saya tanya langsung, alasannya karena sudah lama menjabat. Lebih dari empat tahun menjadi bendahara BOS, dan sekarang ingin ada generasi baru yang bisa melanjutkan,” ujar Leif, Rabu (24/9/2025).

Menurut Leif, bendahara BOS menilai regenerasi penting untuk menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan keuangan sekolah.

Bendahara ingin ada kader baru yang siap menggantikan agar sistem tetap berjalan meskipun ia berhalangan.

“Yang bersangkutan kalau suatu saat sakit atau ada halangan sementara tidak ada penggantinya, tentu tidak baik. Sejak lama memang sebenarnya sudah minta diganti, hanya saja waktu itu belum ada yang siap,” tambahnya.

Meski demikian, Leif memastikan tim sekolah tetap harus menyusun RKAS 2026 sesuai jadwal.

Dia menegaskan, bendahara yang masih aktif juga tetap akan ikut dalam pembahasan hingga ada keputusan resmi soal penggantinya.

“Dalam waktu dekat, RKAS 2026 memang harus mulai disusun. Jadi, mau tidak mau, bendahara yang ada sekarang juga tetap ikut membahas bersama tim," katanya. 

"Nanti akan kami komunikasikan lagi agar prosesnya tidak terhambat,” imbuh Leif.

Terkait isu voting pemilihan bendahara BOS yang beredar di kalangan siswa dan wali murid, Leif menyebut kemungkinan besar mekanisme itu berlangsung pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.

“Sewaktu saya masuk, belum ada pemilihan bendahara BOS. Nanti juga akan kita bicarakan dengan tim untuk membahas itu,” ujar pria yang masih menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Trenggalek ini. (jaz/c1)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#demo #bos #trenggalek #SMAN 1 Kampak