Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Disdikpora Trenggalek Bocorkan Anggaran Rehabilitasi Bangunan SD Tahun 2026

Zaki Jazai • Senin, 3 November 2025 | 02:30 WIB
Siswa SD negeri di Trenggalek saat melaksanakan kegiatan di sekolah yang tahun depan alokasi anggaran untuk pembangunan tak ada perubahan.
Siswa SD negeri di Trenggalek saat melaksanakan kegiatan di sekolah yang tahun depan alokasi anggaran untuk pembangunan tak ada perubahan.

 

TRENGGALEK – Rusaknya beberapa sekolah dan banyaknya ruang kelas SD di Trenggalek yang rusak tampaknya tidak akan memengaruhi postur penganggaran tahun depan.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memastikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan SD tidak akan mengalami pemangkasan pada tahun anggaran 2026.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, M. Ika Rahmanu mengatakan, pada tahun 2025 ini telah melaksanakan rehabilitasi.

Yakni terhadap 22 ruang kelas di 22 SD dengan total anggaran lebih dari Rp 2 miliar. Besaran anggaran tersebut, tidak banyak berubah untuk tahun depan.

“Pada tahun 2025, anggaran perbaikan lebih kurang Rp 2 sekian miliar. Ada 22 ruang kelas di 22 SD yang diperbaiki menggunakan anggaran tersebut,” katanya, Jumat (31/10/2025).

Dia menjelaskan, setiap ruang kelas yang direhabilitasi menerima alokasi dana sekitar Rp 125 hingga Rp 135 juta, tergantung tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.

Selain perbaikan ruang kelas, anggaran juga digunakan untuk memperbaiki infrastruktur pendukung seperti tembok penahan, drainase, hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

“Semua kita lihat dari skala prioritas, mana yang paling mendesak dan berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.

Hingga Oktober 2025, sebagian besar proyek rehabilitasi telah rampung, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Beberapa proyek tambahan juga baru dikerjakan setelah mendapat alokasi dari anggaran perubahan.

Namun demikian, Ika memastikan seluruh proyek perbaikan akan selesai sebelum akhir tahun.

“Untuk tahun 2026, anggaran perbaikan tetap, dan jumlah sasarannya juga sama, sekitar 20-an sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ika menjelaskan bahwa pada penyusunan R-APBD 2025 sempat ada rencana pemangkasan anggaran rehabilitasi.

Namun, pemerintah daerah kemudian menambahkannya kembali melalui dana alokasi umum (DAU).

Disdikpora berharap dengan anggaran yang tetap terjaga, proses perbaikan sarana pendidikan dapat berkelanjutan dan memberikan kenyamanan bagi guru serta siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

“Jumlah sekolah dasar negeri kita ada 417. Kondisinya tidak sampai 10 persen yang rusak berat, tapi kalau kerusakan ringan hampir merata di setiap sekolah ada,” jelas Ika.(jaz/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#sd #sekolah rusak #trenggalek