TRENGGALEK – Ribuan siswa SMK di Trenggalek melaksanakan tes kemampuan akademik (TKA).
Yakni untuk mengukur kemampuan siswa SMK di Trenggalek dalam mengerjakan soal serta bekal ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mulai Senin (3/11/2025) lalu.
Pada Senin (3/11) lalu siswa SMK di Trenggalek akan menghadapi TKA dengan materi mata pelajaran utama antara lain, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Sedangkan untuk hari kedua para siswa akan menghadapi mapel pilihan di antaranya kewirausahaan, matematika asli, kimia, fisika dan beberapa ahasa asing seperti Jepang dan Korea.
“Mapel pilihan wajib itu adalah matematika bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, seperti mapel ujian nasional dulu. Mapel pilihan ada kewirausahaan, dan satu lagi adalah mapel pilihan terserah,” jelas proktor TKA SMKN 2 Trenggalek, Wahyu Tri Wulansari, Selasa (4/11/2025).
Sebelum pelaksanaan ujian, pihak sekolah telah survei partisipasi siswa dalam pelaksanaan TKA.
Hasilnya didapatkan data sebanyak 547 siswa ikut dalam tes TKA dan 100 siswa memilih tidak.
Wahyu Tri menyampaikan, bahwa TKA tidak bersifat wajib. Meskipun demikian, pihak sekolah tetap mendorong siswa khusunya kelas XII untuk ikut TKA.
“TKA tidak wajib, tapi dari bapak kepala sekolah menghendaki untuk bisa ikut semua,” tandasnya.
Dia menambahkan, TKA diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau masuk dunia kerja di masa depan.
“Takutnya hasilnya itu nanti akan dibutuhkan di jenjang selanjutnya, entah nanti untuk pendaftaran di perusahaan atau untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Salah satu peserta TKA di SMKN 2 Trenggalek, Alisa Ulil Albab mengikuti TKA untuk tes kemampuannya. Meskipun, TKA tersebut merupakan sebuah pilihan.
“Saya ingin tes kemampuan dalam menjawab soal-soal diberikan,” ujarnya.
Meskipun TKA bersifat tidak wajib, Wahyu Tri berharap para siswa tetap mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
“Harapannya ya anak-anak wajib serius dalam mengerjakan semua-semua soal dan nanti nilainya atau nanti mungkin kalau dapat sertifikat atau apa itu bisa bermanfaat untuk anak-anak kedepannya,” tandasnya.(tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah