TRENGGALEK - SMPN 1 Pogalan Trenggalek menggelar Diklat Jurnalistik bagi guru dan siswa dengan menghadirkan tim profesional dari Jawa Pos Radar Trenggalek sebagai narasumber utama, pada Selasa (18/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa ini menghadirkan materi lengkap media terbesar di Trenggalek itu, mulai dari pengenalan jurnalistik, pengelolaan web, pemanfaatan media sosial, teknik penulisan berita, fotografi jurnalistik, hingga layout dan desain halaman.
Acara yang digelar di aula sekolah tersebut dimulai pukul 08.30 WIB dan diawali dengan pembukaan resmi Kepala SMPN 1 Pogalan Trenggalek, Lilis Ratnawati.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena sekolah dapat melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi literasi bersama para ahlinya langsung dari dunia media.
“Kami sangat bersyukur bisa melaksanakan diklat jurnalistik bersama Jawa Pos Radar Trenggalek. Mereka adalah narasumber yang benar-benar kompeten di bidangnya. Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai upaya membekali para guru dan siswa dalam kemampuan literasi, cara berpikir kritis, serta mengelola informasi dengan benar,” ungkapnya.
Lilis menjelaskan, di tengah arus informasi begitu cepat, kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara tepat sangatlah penting.
“Harapannya melalui pelatihan ini, guru maupun siswa memperoleh pengetahuan baru tentang bagaimana menyampaikan informasi secara akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan tentu saja tetap beretika,” tandasnya.
Setelah acara dibuka, sesi materi dimulai dengan pemaparan mengenai dasar-dasar jurnalistik, proses pencarian berita, serta pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan.
Para peserta, baik guru maupun siswa, mengikuti kegiatan dengan antusias, terlebih karena materi disampaikan secara interaktif melalui contoh berita, tayangan multimedia, dan diskusi kelompok.
Salah satu peserta diklat yang juga guru bahasa Inggris SMPN 1 Pogalan, Ratna Wulan Sari, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan tersebut.
Dia menyebut pelatihan ini membuka cakrawala baru bagi para tenaga pendidik yang selama ini jarang berinteraksi langsung dengan dunia jurnalistik.
“Diklat jurnalistik ini sangat menginspirasi saya untuk lebih banyak menulis. Saya termasuk orang introver sehingga berbicara di depan umum sering kali menjadi tantangan. Melalui tulisan, saya bisa menyampaikan ide dan gagasan dengan lebih bebas. Pelatihan ini benar-benar ilmu baru bagi kami para guru,” ujarnya.
Ratna juga berharap kerja sama dengan Jawa Pos Radar Trenggalek tidak berhenti sampai di sini saja.
“Teknologi berkembang sangat cepat. Apa yang kita pelajari hari ini, besok sudah bisa berubah. Karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut agar kami dapat terus menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari kalangan siswa. Denata, siswa kelas 8D, dan Felis dari kelas 7I, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan tersebut.
Menurut mereka, diklat ini memberi pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan di kelas.
“Dengan adanya diklat jurnalistik ini, kami mendapatkan banyak wawasan baru, terutama tentang cara membuat konten untuk media sosial. Banyak hal yang dulu belum kami mengerti, sekarang jadi lebih paham. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, dan pesertanya kalau bisa lebih banyak lagi,” ungkap Denata.
Sesi pelatihan semakin hidup ketika memasuki waktu tanya jawab. Baik guru maupun siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar teknik penulisan berita, cara membangun web sekolah, strategi meningkatkan engagement di media sosial, hingga tips mengambil foto jurnalistik yang baik.
Narasumber dari Jawa Pos Radar Trenggalek menjawab setiap pertanyaan dengan detail dan memberikan contoh-contoh langsung dari praktik jurnalistik sehari-hari.
Kegiatan diklat ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan foto bersama. Pihak sekolah berharap hasil dari pelatihan ini nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk media untuk publikasi kegiatan. (gun/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah