Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Enam Hari Sekolah Kembali Diberlakukan di Jawa Tengah Mulai Semester Depan, Disdikbud Siapkan Rotasi Guru Besar-besaran

Khoinatul fitriyah • Jumat, 21 November 2025 | 19:46 WIB
Siswa SMA dan SMK di Jawa Tengah bersiap menghadapi penerapan kembali sistem sekolah enam hari yang dimulai pada semester mendatang.
Siswa SMA dan SMK di Jawa Tengah bersiap menghadapi penerapan kembali sistem sekolah enam hari yang dimulai pada semester mendatang.

JAWA TENGAH – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa sistem sekolah enam hari akan kembali diterapkan untuk jenjang SMA/SMK mulai semester mendatang.

Kebijakan di Jawa Tengah ini menjadi respons atas tingginya tingkat kelelahan siswa selama penerapan lima hari sekolah atau full day school yang dinilai terlalu padat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategi untuk mendukung kebijakan tersebut.

Baca Juga: Siswa di Trenggalek Ikuti TKA 2025, Wujudkan Kompetensi Secara Jujur dan Bersemangat

Salah satu upaya terpenting adalah melakukan rotasi atau transfer tugas guru agar lokasi mengajar lebih dekat dengan domisili.

Menurut Sadimin, efisiensi jarak tempuh berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kesehatan guru.

“Rotasi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi kembali diberlakukannya sekolah enam hari. Upaya ini juga terbukti menjaga kinerja tenaga pendidik,” ujarnya saat ditemui di SMA Pradita Dirgantara.

Baca Juga: SMPN 1 Pogalan Trenggalek Gelar Diklat Jurnalistik dengan Hadirkan Pemateri Profesional untuk Kelola Media Sekolah

Difokuskan untuk SMA/SMK, Bisa Merembet ke SD sampai SMP

Kebijakan ini saat ini diprioritaskan untuk sederajat SMA/SMK.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan merambah ke jenjang SD dan SMP apabila evaluasi menunjukkan dampak positif bagi peserta didik.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, Agung Wijayanto, menyampaikan bahwa alasan utama kembali ke pola enam hari adalah kondisi fisik dan mental siswa.

Baca Juga: Kreativitas Anak RA di Trenggalek Luar Biasa dalam Lomba Warna Warni RA 2025 Disambut Antusias, Bertabur Hadiah, Wali Murid dapat Materi Parenting

Dia menilai padatnya aktivitas belajar hingga belasan jam dalam sistem lima hari cukup santai.

“Kalau sehari sampai 10 jam berada di sekolah, kasihan anak-anak. Kami melihat munculnya kelelahan fisik dan mental yang cukup signifikan,” kata Agung.

Dengan pembagian hari yang lebih merata, siswa diharapkan memiliki waktu luang yang cukup untuk mengikuti kegiatan lain seperti TPQ, ekstrakurikuler, hingga pengembangan bakat non-akademik.

Baca Juga: Forum Guru SD di Trenggalek Geruduk DPRD Minta Regulasi Perlindungan Hukum Diperkuat untuk Menghindari Kriminalisasi, Ada Kasus jadi Pemicu

Tantangan: Pemerataan Guru Belum Optimal

Meski begitu, Agung mengakui bahwa transfer guru untuk pemerataan belum bisa dilakukan secara maksimal.

Keterbatasan jumlah guru dan keterpaduan kebutuhan di sekolah-sekolah menjadi tantangan tersendiri.

Cabang Dinas saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai sekolah untuk memastikan kesiapan teknis sebelum kebijakan diberlakukan secara resmi pada awal semester.

Baca Juga: Sukses Gelaran Warna-Warni RA 2025 Trenggalek, Kemenag dan Jawa Pos Radar Trenggalek Sinergi Lanjutan Bidang Literasi dan Seni

Sekolah Mulai Siap Beradaptasi

Kepala SMKN 3 Solo, Hendrina Widiastuty, menyatakan sekolahnya siap mengikuti keputusan pemerintah.

Ia menyebut bahwa sosialisasi akan segera dilakukan kepada guru, karyawan, serta siswa.

Menurutnya, perubahan jadwal tentu memiliki sisi positif dan negatif.

"Dengan enam hari, jam pulang bisa lebih siang. Ada sisi baik dan kekurangan. Kuncinya hanya pembiasaan," jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMKN 1 Pogalan Trenggalek Antusias Ikuti Diklat Jurnalistik dan Jadi Ajang Para Penulis Muda Berkreasi

Hendrina menambahkan bahwa pihak sekolah juga perlu menyesuaikan pembagian jam kerja guru serta melakukan komunikasi intensif dengan orang tua siswa.

“Harapannya seluruh warga sekolah bisa menerima dengan baik. Meski dulu pernah diterapkan, tetap butuh pendampingan dalam penyesuaian,” katanya.

Kebijakan kembali ke sekolah enam hari ini diharapkan mampu menyeimbangkan kegiatan belajar serta menjaga kesehatan fisik dan mental siswa di Jawa Tengah. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pendidikan Jawa Tengah #radar trenggalek #trenggalek #sekolah enam hari #Kebijakan pendidikan 2025