Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Hafitar, Bocah SD yang Tiap Hari Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Demi Sekolah

Khoinatul fitriyah • Kamis, 27 November 2025 | 00:24 WIB
Kisah seorang bocah SD bernama Hafitar menyita perhatian warganet setelah videonya viral di media sosial.
Kisah seorang bocah SD bernama Hafitar menyita perhatian warganet setelah videonya viral di media sosial.

JAKARTA – Kisah seorang bocah SD bernama Hafitar menyita perhatian warganet setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Hafitar tampak berdiri di antara para penumpang dewasa di peron Stasiun Parung Jaya, Kota Tangerang, lengkap dengan seragam merah-putih dan tas sekolah kecil di punggungnya.

Tanpa ditemani siapa pun, ia menaiki KRL menuju Jakarta Timur untuk berangkat sekolah.

Pemandangan itu membuat banyak orang tercengang.

Warganet menyebut gerak-gerik Hafitar tak ubahnya pekerja kantoran yang terbiasa pulang-pergi menggunakan kereta.

Sosok kecil itu tampak cekatan, mengetahui rute, serta memahami kapan ia harus transit dan berganti kereta.

Setiap pagi, Hafitar berangkat sebelum matahari terbit.

Dari Parung Jaya, ia menumpang KRL menuju Tanah Abang, lalu berpindah kereta ke arah Klender hingga tiba di sekolahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Total waktu tempuhnya hampir dua jam sekali jalan angka yang tak biasa untuk anak kelas 1 SD.

Awal Mula Hafitar Berangkat Jauh

Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, membeberkan latar belakang perjalanan jauh yang harus ditempuh Hafitar.

Menurutnya, Hafitar sebenarnya sebelumnya tinggal di Kampung Sumur, Klender, lokasi yang berdekatan dengan sekolah.

Namun kehidupan keluarga berubah setelah ayah Hafitar meninggal dunia lima tahun lalu.

Ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga kemudian mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di wilayah Tangerang.

Pekerjaan itu baru diterima pada September lalu, sehingga Hafitar terpaksa ikut pindah.

“Karena kontrak rumah di Klender sudah habis, ibunya harus membawa Hafitar tinggal bersamanya di Tangerang,” ujar Farida.

Pada awal kepindahan, sang ibu masih rutin mengantar dan menjemput Hafitar naik KRL.

Namun setelah Hafitar hafal rute dan menunjukkan kemandirian, ibunya mulai memberanikan diri melepas anaknya berangkat sendiri.

Langkah Pengamanan Sang Ibu

Meski dilepas, bukan berarti Hafitar dibiarkan begitu saja.

Farida menyebut sang ibu telah menyiapkan berbagai hal untuk memastikan perjalanan anaknya aman.

Ia membekali Hafitar kartu Commuter Line, kartu JakLingko, serta berkoordinasi dengan sejumlah petugas di Stasiun Parung Panjang, Tanah Abang, hingga Buaran.

“Kontak petugas sudah disimpan semuanya. Mereka tahu latar belakang Hafitar dan siap membantu bila ada kendala,” jelas Farida.

Namun pihak sekolah merasa khawatir dengan rutinitas yang harus dijalani Hafitar setiap hari.

Perjalanan pulang-pergi yang memakan waktu panjang tidak ideal bagi anak seusianya.

Bahkan sebelum kisah ini viral, sekolah telah menyarankan agar Hafitar pindah sekolah pada semester kedua.

Saran itu ditolak Hafitar karena ia sudah telanjur nyaman, baik dengan guru maupun teman-temannya.

Tawaran Tempat Tinggal dari Guru hingga Wali Murid

Kondisi yang dialami Hafitar rupanya menggugah empati banyak pihak.

Beberapa guru dan orang tua murid menawarkan tempat tinggal sementara agar Hafitar tidak perlu melakukan perjalanan jauh setiap hari.

Namun ibu Hafitar selalu menolak karena merasa tidak enak merepotkan.

Setelah videonya viral, pihak sekolah mengambil inisiatif untuk memperkuat pendampingan.

Pada Minggu lalu, melalui diskusi dengan wali murid, Hafitar akhirnya bersedia tinggal sementara di rumah salah seorang temannya.

Keluarga temannya kini membantu mengantar-jemput Hafitar setiap hari.

“Sekarang Hafitar sudah tinggal dekat sekolah, sehingga lebih aman dan tidak terlalu capek,” kata Farida.

Baru Seminggu Berangkat Sendiri

Farida menambahkan, publik perlu mengetahui bahwa Hafitar baru sekitar satu minggu benar-benar berangkat sendiri sebelum videonya viral.

Sebelumnya ia selalu ditemani ibunya.

Meski keberanian Hafitar mengundang kekaguman, pihak sekolah dan keluarga sepakat untuk segera memindahkannya ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal barunya di Tangerang.

Pemindahan akan dilakukan setelah pembagian rapor, mengingat Hafitar masih duduk di kelas 1 dan belum menerima penilaian semester.

“Sekitar dua minggu lagi proses pemutasian dilakukan,” ujar Farida.

Kisah Hafitar menjadi pengingat bahwa sejumlah anak harus menempuh perjuangan besar demi pendidikan.

Meski kini sudah mendapat solusi sementara, perjalanan bocah kecil ini meninggalkan kesan mendalam bagi publik. (*)

 

 

 

Real Madrid Tantang Liverpool di Anfield: Xabi Alonso Ungkap Kenangan dan Ambisi Besar
Real Madrid Tantang Liverpool di Anfield: Xabi Alonso Ungkap Kenangan dan Ambisi Besar
vinicius Jr
vinicius Jr
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#radar trenggalek #JakartaTangerang #berita viral #pendidikan #anak sd #krl