Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Renyahnya Inovasi: Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang Dampingi UMKM Tempe Kripik Bu Fatim Menuju Digitalisasi

Tim Redaksi • Selasa, 9 Desember 2025 | 01:02 WIB
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) lakukan pendampingan pelaku usaha Tempe Kripik Bu Fatim di Desa Tamanan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) lakukan pendampingan pelaku usaha Tempe Kripik Bu Fatim di Desa Tamanan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

TRENGGALEK — Semangat pemberdayaan UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan pendampingan terhadap pelaku usaha Tempe Kripik Bu Fatim di Desa Tamanan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang berdiri sejak tahun 2010.

Melalui program kolaboratif ini, para mahasiswa membantu proses digitalisasi pemasaran dan pengembangan branding produk lokal agar mampu bersaing di era ekonomi kreatif.

Tim pengabdian yang dibimbing Dr Agus Hermawan, GradDipMgt., MSi, MMbus. dan Prof Dr Agung Winarno, MM bersama UMKM Tempe Kripik Bu Fatim.

Pengembangan itu, untuk mengembangkan inovasi Digital Bisnis melalui pelatihan pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee sebagai langkah persiapan pengembangan penjualan dan memperluas relasi pemasaran di Kabupaten Trenggalek.

Usaha Tempe Kripik Bu Fatim ini, telah dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Trenggalek, berawal dari industri rumahan sederhana.

Produk ini dibuat dengan bahan baku tempe pilihan dan diolah secara tradisional untuk menghasilkan cita rasa gurih serta tekstur yang renyah.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan pasar, Fatimah selaku pemilik menyadari pentingnya beradaptasi melalui inovasi digital.

”Dulu kami hanya menjual lewat tetangga dan wisatawan. Namun, untuk saat ini Tempe Kripik Bu Fatim belum bisa melakukan pengiriman ke luar kota karena kemasan yang digunakan belum cukup aman untuk perjalanan jarak jauh," ujar Fatimah dengan penuh semangat.

"Sekarang, berkat bimbingan dari mahasiswa UM, kami mulai belajar cara promosi di Instagram dan Shopee,” imbuh Fatimah.

Dalam program ini, mahasiswa Pascasarjana UM melakukan pendampingan secara intensif selama beberapa minggu.

Kegiatan meliputi pembuatan desain kemasan baru, pelatihan pemasaran digital, pembuatan banner, pembuatan konten media sosial, pembuatan QRIS, hingga manajemen keuangan sederhana.

Pendampingan ini tidak hanya memperkuat identitas produk, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi dan penjualan.

Baca Juga: SMKN 1 Trenggalek Juara 2 Nasional di Ajang MEA Level Up 2025, Tiga Siswa Jurusan DKV Tergabung tim “Trisca Squad” Dorong UMKM Naik Kelas

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Kami ingin memastikan ilmu yang diperoleh di kampus bisa diterapkan langsung untuk mendukung kemandirian ekonomi lokal,” jelas mahasiswa Pascasarjana UM, Rizki Amalia Utami dan Aulia Ramadhani.

Selain fokus pada digitalisasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya branding lokal dan keberlanjutan usaha.

Mahasiswa membantu mengembangkan identitas visual produk dengan logo dan kemasan yang lebih modern tanpa meninggalkan nuansa khas Trenggalek.

Hasilnya, Tempe Kripik Bu Fatim kini tampil lebih menarik dan siap bersaing di pasar oleh-oleh.

Sebagai bagian dari pendampingan, mahasiswa juga memberikan pelatihan dasar mengenai pengemasan yang lebih modern dan strategi menjaga kualitas produk.

Upaya ini dilakukan agar produk Tempe Kripik Bu Fatim tidak hanya unggul dari sisi tampilan, tetapi juga mampu mempertahankan kesegaran dan kerenyahannya meskipun nantinya dikirim ke luar kota.

Diharapkan, dengan kemasan yang lebih aman dan menarik, produk ini bisa menembus pasar oleh-oleh regional bahkan nasional di masa mendatang.

Dengan kolaborasi ini, Tempe Kripik Bu Fatim tidak hanya dikenal sebagai camilan gurih khas Trenggalek, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan transformasi digital UMKM berbasis pemberdayaan masyarakat.

Inovasi yang “renyah” ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan pelaku usaha mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Rizki Amalia Utami #Aulia Ramadhani #trenggalek #um #Pascasarjana UM