Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dikpora Trenggalek Dorong Sekolah untuk Punya KOSP, Begini Manfaat Bakal Dirasakan Lembaga Pendidikan

Fatra Aditya • Kamis, 11 Desember 2025 | 06:09 WIB
inas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek mendorong semua sekolah terapkan KOSP.
inas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek mendorong semua sekolah terapkan KOSP.

TRENGGALEK – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek mendorong semua sekolah yang ada di Trenggalek menerapkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).

Yakni sebagai dasar penyusunan program pembelajaran yang kontekstual di lembaga pendidikan di bawah naungan Dikpora Trenggalek.

KOSP memberikan ruang kepada sekolah di Trenggalek untuk menyesuaikan kurikulum dengan permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing sekolah

Kepala Seksi Pemetaan dan Pengembangan Pendidikan (Kasi P2P) Dikpora Trenggalek, Priyo Susanto, mengatkan bahwa KOSP tidak hanya mengatur tentang akademik, namun juga nilai-nialai yang harus ditanamkan pada peserta didik.

Nilai-nilai tersebut antara lain penenaman sikap, perilaku dan budaya positif di sekolah.

“KOSP ini bukan hanya soal mata pelajaran, tapi juga bagaimana sekolah menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Di dalamnya ada penguatan sikap, perilaku, dan budaya positif di lingkungan sekolah,” ujarnya, Rabu (10/12/2025). 

Dia menjelaskan KOSP tersebut nantinya akan disusun langsung oleh satuan pendidikan. Apalagi topografi Kabupaten Trenggalek yang beragam menjadi salah satu alasan perlunya fleksibilitas dalam penyusunan kurikulum operasional.

Dengan demikian KOSP dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan dan lingkungan satuan pendidikan.

“KOSP disusun oleh sekolah berdasarkan karakteristik lingkungan, peserta didik, serta potensi yang dimiliki. Tapi tetap harus mengacu pada regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Dia kemudian memberi contoh penerapan KOSP yang bersifat kontekstual.

Saat viral berita megathrust di Samudera Hindia, peserta didik bisa mendapatkan pengenalan hingga pelatihan tentang bencana dan mitigasi bencana melalui KOSP tersebut.

“Sekolah di Watulimo misalnya pernah viral tentang pengumuman BMKG akan adanya bencana megathrust, sekolah dapat menjadikan itu  satu pembiasaan bisa berupa pelatihan, jadi silakan dibuat di kurikulum KOSP,” ungkapnya.

Priyo menambahkan, salah satu fokus utama dalam penerapan KOSP saat ini adalah penguatan pendidikan karakter untuk mencegah berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan sekolah.

“Penguatan karakter ini penting untuk menekan perilaku-perilaku negatif seperti perundungan, kekerasan, dan pelanggaran disiplin,” tuturnya

Dengan adanya KOSP, diharapkan sekolah mempunyai pedoman yang digunakan sebagai acuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman, salah satunya adalah terbebas dari adanya perundungan baik langsung maupun siber bullying.

“Harapannya, KOSP ini benar-benar menjadi pedoman hidup di sekolah, bukan hanya administrasi. Dengan begitu, sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak,” pungkasnya. (tra/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#dikpora #trenggalek #kurikulum #pendidikan #pendidikan karakter