TRENGGALEK - Grand final Lomba Mewarnai Ceria TK 2025 yang digelar di GOR Gajah Putih Trenggalek, Rabu (17/12/2025), menjadi penegasan bahwa setiap anak yang tampil adalah pemenang.
Pasalnya, dalam kegiatan yang terlaksana berkat kolaborasi Jawa Pos Radar Trenggalek, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek, serta Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Trenggalek ini dimulai dari penjaringan peserta tiap kecamatan.
Direktur Jawa Pos Radar Tulungagung, Aris Sudanang menegaskan, bahwa ajang ini bukan semata soal menang atau kalah, melainkan proses membentuk karakter anak sejak dini.
“Ibu-bapak hebat, kemandirian anak di masa datang sering ditentukan dari kompetensi yang dilatih sejak sekarang. Anak-anak yang ikut hari ini sedang belajar menjadi mandiri, tidak sambat, dan tangguh,” ujarnya.
Aris menyebut capaian grand final tingkat kabupaten sudah menjadi prestasi tersendiri. Dari ribuan peserta yang mengikuti tahapan seleksi, hanya sekitar 500 anak yang berhasil masuk grand final.
“Sekarang sudah level kabupaten, sudah masuk 500 besar. Itu artinya anak-anak yang hadir di sini adalah anak-anak hebat,” katanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Disdikpora dan IGTKI atas kolaborasi yang terbangun, seraya menyampaikan permohonan maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.
”Memang beberapa masih ada kekuo, tapi semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut,“ imbuhnya.
Sementara itu Ketua IGTKI Trenggalek, Siti Choiriyah, menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Trenggalek yang telah memfasilitasi kegiatan sejak tahap awal.
Dia menyebutkan bahwa tahap pertama lomba digelar pada 10 Desember dengan jumlah peserta sekitar 5.000 anak, yang kemudian disaring menjadi 500 peserta terbaik untuk grand final.
“Terima kasih kepada seluruh peserta dan anak-anak yang bisa ikut sampai tahap ini. Banyak juga yang harus pulang lebih awal karena anak rewel, tapi semangat orang tua luar biasa,” ungkapnya.
Kepala TK Negeri Pembina Trenggalek ini berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan di masa mendatang.
Menurut dia, lomba mewarnai menjadi sarana pembelajaran penting bagi anak-anak TK.
“Dengan kegiatan ini bisa membuat pembelajaran anak untuk melatih fokus, kesabaran, dan keberanian menampilkan karya di depan umum,“ tuturnya.
Disisi lain, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan lomba mewarnai ini merupakan bagian dari upaya melatih kemandirian anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dilatih untuk berani, mandiri, dan percaya diri. Setiap anak memiliki bakat yang luar biasa,” ujarnya.
Agoes mengapresiasi peran orang tua dan guru yang telah membersamai anak-anak sejak proses penjaringan hingga grand final.
Dari sekitar 5.000 peserta awal, hanya sebagian yang lolos ke tahap akhir. Namun seluruh peserta layak mendapat penghargaan.
“Terima kasih bapak ibu yang sudah membersamai anak-anak dalam mengembangkan potensi. Dinas pendidikan menyampaikan apresiasi atas kerja luar biasa semua pihak,” tegasnya.
Dia menambahkan, kegiatan mewarnai menjadi salah satu media efektif untuk mengembangkan potensi seni dan karakter anak usia dini melalui kerja sama lintas sektor.
“Dengan terlaksana kegiatan ini pastinya kami yakin bahwa semua anak yang berproses, berani tampil, dan berkarya adalah juara, “ jelasnya. (jaz/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah