Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Turnamen Catur STKIP PGRI Trenggalek Cup I, Lahirkan Atlet-Atlet Berprestasi dan Sarana Kompetisi

Gunawan Awan • Senin, 5 Januari 2026 | 09:39 WIB
Ketua STKIP PGRI Trenggalek Dr Dwi Kuncorowati MPd (tengah) bersama dosen, Percasi Trenggalek, usai pembukaan turnamen catur, Minggu (4/1/2025).     
Ketua STKIP PGRI Trenggalek Dr Dwi Kuncorowati MPd (tengah) bersama dosen, Percasi Trenggalek, usai pembukaan turnamen catur, Minggu (4/1/2025).     

TRENGGALEK - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Trenggalek menggelar Turnamen Catur STKIP PGRI Trenggalek Cup I yang dilaksanakan pada Minggu (4/1/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara STKIP PGRI Trenggalek dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Trenggalek.

Turnamen tersebut bersifat terbuka dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Turnamen catur STKIP PGRI Trenggalek Cup I ini lahir karena kerja sama kami dengan Percasi Kabupaten Trenggalek, di mana turnamen ini bersifat open, artinya pesertanya dari seluruh Jawa Timur,” ujar Kepala Prodi Penjaskesrek STKIP PGRI Trenggalek, Muhammad Soleh Fudin.

Dia menjelaskan, pelaksanaan turnamen yang digelar di kampus STKIP PGRI Trenggalek diikuti peserta sekitar 250 orang.

Peserta-peserta tersebut berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar SD hingga SMA/SMK.

Peserta Turnamen Catur STKIP PGRI Trenggalek Cup I berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar SD hingga SMA/SMK.
Peserta Turnamen Catur STKIP PGRI Trenggalek Cup I berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar SD hingga SMA/SMK.

Turnamen tersebut diselenggarakan guna membangun sarana kompetisi dan pembinaan atlet catur, khususnya di Trenggalek.

Fudin, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya kompetisi akan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi.

“Semakin banyak kompetisi atau turnamen yang ada, maka akan menjadi tumpuan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi," katanya.

Dia menilai olahraga catur memiliki dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta, terutama anak-anak.

“Catur sangat berdampak pada karakter, karena melatih jiwa sportivitas, kemampuan bersaing, serta mengelola emosi, khususnya pada usia SD dan SMP. Permainan ini tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga pemikiran yang mendalam,” ujarnya.

Ke depan, pihak kampus berharap turnamen ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.

Bahkan, pihak STKIP tidak menutup kemungkinan akan menggelar turnamen cabang olahraga yang lain.

“Tahun depan, berdasarkan pembicaraan dengan Percasi, turnamen ini direncanakan diperluas menjadi level Jawa-Bali sehingga persaingan akan semakin ketat dan kualitas atlet juga meningkat,” pungkasnya. (tra/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#turnamen catur #STKIP PGRI Trenggalek