CIANJUR-Kedudukan TKA SNBP menjadi topik hangat di kalangan guru Bimbingan Konseling (BK) SMA menjelang proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana peran Tes Kompetensi Akademik (TKA) dalam sistem seleksi terbaru, terutama kaitannya dengan nilai rapor siswa.
Pertanyaan tersebut salah satunya disampaikan oleh Novirawati, guru BK SMA Negeri 1 Cianjur, dalam forum sosialisasi SNBP.
Baca Juga: Tutup Rangkaian Classmeeting MTsN 2 Trenggalek, Lomba Bazar Meriah dan Menarik
Ia menyoroti adanya dua komponen nilai yang muncul dalam seleksi, yakni nilai rapor dan nilai TKA SNBP, serta bagaimana keduanya diperhitungkan oleh perguruan tinggi negeri (PTN).
Menanggapi hal itu, perwakilan panitia SNPMB, Rizal, menjelaskan bahwa TKA SNBP tidak menggantikan nilai rapor, melainkan berfungsi sebagai validator atau alat validasi nilai rapor.
Artinya, TKA digunakan untuk membantu perguruan tinggi membaca kualitas nilai rapor siswa dari berbagai sekolah dengan standar penilaian yang berbeda.
TKA Sebagai Validator Nilai Rapor
Rizal menjelaskan, selama ini nilai rapor kerap menjadi tantangan dalam proses seleksi karena standar penilaian antar sekolah tidak seragam.
Nilai 90 di satu sekolah belum tentu memiliki makna yang sama dengan nilai 90 di sekolah lain.
Kondisi ini menyulitkan PTN dalam membandingkan capaian akademik calon mahasiswa.
Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Tiga Pengajar Berdedikasi di Puncak Hari Guru Nasional 2025
Di sinilah peran TKA SNBP menjadi penting. Nilai TKA berfungsi sebagai pembanding untuk melihat apakah nilai rapor seorang siswa sejalan dengan kompetensi akademiknya.
Jika nilai rapor dan nilai TKA menunjukkan kesesuaian, maka nilai rapor tersebut akan dianggap valid.
Sebaliknya, jika terdapat perbedaan signifikan antara nilai rapor dan nilai TKA, maka nilai rapor akan mengalami penyesuaian atau koreksi.
Baca Juga: Kuota Sekolah SNBP 2026 Resmi Dibuka 29 Desember, Begini Cara Cek Kuota Sekolah di Portal SNPMB
Koreksi ini dilakukan berdasarkan formula tertentu yang masih disusun oleh panitia pusat SNPMB.
Tiga Jenis Nilai dalam SNBP
Dalam sistem SNBP terbaru, setidaknya terdapat tiga jenis nilai yang akan diterima perguruan tinggi. Pertama, nilai rapor asli yang diinput oleh sekolah.
Kedua, nilai TKA SNBP sebagai alat validasi. Ketiga, nilai rapor hasil koreksi atau validasi berdasarkan TKA.
Ketiga data tersebut akan dikirimkan panitia pusat kepada perguruan tinggi negeri.
Baca Juga: The STKIP PGRI Trenggalek Cup I Chess Tournament
Dengan begitu, PTN memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai prestasi akademik calon mahasiswa dari berbagai latar belakang sekolah.Namun demikian, Rizal menegaskan bahwa dasar utama seleksi SNBP tetap nilai rapor.
Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam peraturan menteri yang mengatur bahwa seleksi SNBP didasarkan pada nilai rapor, mata pelajaran pendukung, prestasi lain, serta portofolio bagi program studi tertentu.
Apakah Nilai TKA Menentukan Kelulusan?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah TKA SNBP menjadi komponen penentu kelulusan secara langsung.
Rizal menjelaskan, panitia pusat tidak menetapkan TKA sebagai komponen seleksi wajib yang berdiri sendiri.
Kewenangan penuh untuk menentukan komposisi penilaian berada di masing-masing perguruan tinggi negeri.
Baca Juga: Kuota Sekolah SNBP 2026 Resmi Dibuka 29 Desember, Begini Cara Cek Kuota Sekolah di Portal SNPMB
PTN boleh menggunakan nilai TKA sebagai bahan pertimbangan tambahan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan PTN.
Panitia pusat hanya berperan sebagai penyedia data. Setelah proses seleksi selesai, hasilnya akan dikembalikan ke panitia pusat untuk kemudian diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Imbauan untuk Sekolah dan Siswa
Dengan sistem ini, sekolah diimbau untuk tetap menjaga objektivitas dalam pemberian nilai rapor.
Guru BK juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa bahwa TKA SNBP bukan ujian pengganti, melainkan alat untuk menjaga keadilan seleksi secara nasional.
Bagi siswa, konsistensi antara prestasi belajar di sekolah dan penguasaan materi akademik menjadi kunci.
Baca Juga: Erlinda Callista Azaria, Gadis Asal Trenggalek yang Dikenal Si Humble dan Multitalenta
Nilai rapor yang baik perlu didukung kemampuan nyata agar hasil TKA sejalan dan tidak menimbulkan koreksi nilai.
Melalui skema ini, panitia SNPMB berharap proses SNBP menjadi lebih adil, transparan, dan mampu menjaring calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia, tanpa bias perbedaan standar antar sekolah. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah