TRENGGALEK - Jawa Pos Radar Trenggalek bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Diklat Jurnalistik selama dua hari.
Kegiatan ini dipusatkan di SMPN 1 Karangan dan diikuti oleh perwakilan siswa SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Trenggalek.
Diklat Jurnalistik tersebut berlangsung pada 14 hingga 15 Januari dan diikuti sekitar 120 peserta siswa se Kabupaten Trenggalek.
Demi menjaga efektivitas pelatihan, panitia membagi peserta ke dalam dua sesi pada masing-masing hari pelaksanaan.
Setiap sesi diikuti lebih dari 60 siswa yang berasal dari berbagai sekolah, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap dunia jurnalistik.
Hari pertama diklat jurnalistik dibuka secara resmi oleh Ketua MKKS SMP Kabupaten Trenggalek, Imam Asrori.
Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya literasi media di kalangan pelajar pada era digital saat ini.
“Jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga tentang membentuk karakter siswa agar kritis, jujur, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan pelajar yang cerdas bermedia dan tidak mudah terpengaruh informasi hoax,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi kolaborasi antara MKKS SMP dan Jawa Pos Radar Trenggalek yang dinilai mampu membuka wawasan siswa terhadap dunia pers secara profesional.
Menurut dia, pelatihan semacam ini sangat relevan untuk mendukung pengembangan bakat dan minat siswa di bidang kepenulisan dan media kreatif.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi menarik seputar dunia jurnalistik.
Baca Juga: Pelatihan Ubinan di Trenggalek untuk Perkuat Data Ketahanan Pangan
Mulai dari dasar-dasar penulisan berita, teknik wawancara, jurnalistik foto, teknik fotografi, tata letak desain media cetak, hingga pemanfaatan media sosial melalui pembuatan konten foto dan video.
Materi disampaikan langsung oleh tim dari Jawa Pos Radar Trenggalek yang berpengalaman di bidangnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.
Para siswa tidak ragu mengajukan pertanyaan seputar teknik penulisan yang baik, cara mengambil foto jurnalistik yang menarik, hingga tips membuat konten media sosial yang informatif dan kreatif.
Salah satu peserta diklat, siswi SMPN 2 Durenan, Dinda Ayu, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi lebih paham cara menulis berita yang benar dan bagaimana mengambil foto yang memiliki nilai berita. Ilmu ini sangat bermanfaat dan ingin saya terapkan di sekolah,” ungkapnya.
Melalui Diklat Jurnalistik ini, para siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, serta menjadi generasi muda yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. (bim/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah