JAKARTA - Pembahasan soal asli simulasi TKA SMP Bahasa Indonesia kelas 9 kembali dikupas tuntas dalam lanjutan video part kedua yang mengulas materi dari website resmi Pusmendik. Dalam sesi ini, dibahas tiga soal sekaligus, mulai dari analisis latar waktu puisi, makna kiasan, hingga penentuan suasana haru dalam teks sastra.
Materi ini menjadi penting bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Dengan memahami pola soal asli simulasi TKA SMP Bahasa Indonesia kelas 9, siswa dapat mengenali tipe pertanyaan yang sering muncul serta strategi menjawabnya secara tepat.
Pada pembahasan kali ini, puisi yang dianalisis berjudul “Perempuan-Perempuan Perkasa” karya Hartojo Andangdjaja.
Puisi tersebut menggambarkan perjuangan ibu-ibu dari desa yang bekerja di pasar kota sejak pagi buta.
Analisis Soal Nomor 4: Latar Waktu dalam Puisi
Soal pertama yang dibahas adalah tentang identifikasi latar waktu dalam puisi. Siswa diminta memilih lebih dari satu jawaban yang menunjukkan latar waktu.
Pilihan jawaban yang tersedia antara lain:
-
Bukit-bukit desa
-
Sebelum hari bermula
-
Akar-akar yang melata
-
Berlomba dengan surya
Kunci jawaban yang benar adalah “sebelum hari bermula” dan “berlomba dengan surya”.
Frasa “sebelum hari bermula” secara jelas menunjukkan waktu subuh atau pagi buta, sebelum aktivitas masyarakat dimulai.
Sementara itu, “berlomba dengan surya” merujuk pada matahari yang baru terbit, memperkuat suasana pagi hari.
Adapun “bukit-bukit desa” merupakan latar tempat, sedangkan “akar-akar yang melata” adalah majas metafora yang menggambarkan pergerakan masyarakat desa menuju kota.
Pembahasan ini menegaskan bahwa dalam teks sastra, latar sering tersembunyi di balik diksi dan majas.
Soal Nomor 5: Makna “Merebut Hidup”
Soal berikutnya membahas makna frasa “merebut hidup di pasar-pasar kota”. Pilihan jawaban yang tersedia mencakup berbagai interpretasi, mulai dari aktivitas keseharian hingga tanggung jawab keluarga.
Jawaban yang tepat adalah: kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja. Dalam pembahasan dijelaskan bahwa kata “merebut” tidak dimaknai secara harfiah sebagai tindakan kriminal.
Sebaliknya, frasa tersebut merupakan kiasan yang menggambarkan perjuangan keras dan daya juang tinggi perempuan dalam menghadapi kerasnya persaingan hidup di kota.
Diksi seperti “merebut”, “berlomba”, dan “perkasa” membangun nada heroik dalam puisi. Penyair ingin mendobrak stereotip bahwa perempuan adalah sosok lemah. Justru sebaliknya, perempuan digambarkan tangguh dan penuh semangat.
Soal Nomor 6: Suasana Haru dalam Puisi
Soal terakhir berupa analisis pendapat tiga murid setelah membaca puisi. Mereka adalah Dina, Mira, dan Tika.
Dina mengagumi kehebatan perempuan pekerja.
Mira menyoroti semangat bangun pagi untuk bekerja.
Tika menyatakan rasa kasihan karena mereka pasti lelah.
Pertanyaan yang diajukan: pendapat siapa yang tepat menggambarkan suasana haru dalam puisi?
Jawaban yang benar adalah menyetujui pendapat Dina dan Mira, serta tidak menyetujui pendapat Tika.
Puisi tersebut dirancang untuk memunculkan rasa kagum dan apresiasi terhadap perjuangan perempuan. Keharuan muncul dari kekaguman atas ketangguhan, bukan dari rasa iba atau belas kasihan.
Sudut pandang Tika yang menekankan rasa kasihan dianggap kurang tepat karena bertentangan dengan pesan utama puisi yang merayakan keperkasaan perempuan.
Pentingnya Latihan Soal Asli TKA
Pembahasan soal asli simulasi TKA SMP Bahasa Indonesia kelas 9 ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami makna kiasan, latar, dan suasana dalam puisi menjadi kunci utama dalam menjawab soal sastra.
Bagi siswa kelas 9, latihan soal berbasis naskah asli dari Pusmendik sangat membantu dalam memahami pola pertanyaan.
Selain itu, pendalaman materi seperti analisis diksi, majas, dan pesan moral akan memperkuat kesiapan menghadapi TKA 2026.
Dengan strategi belajar yang tepat, pemahaman teks sastra tidak lagi terasa sulit. Justru, siswa dapat menikmati proses membaca sekaligus meningkatkan peluang meraih hasil optimal dalam ujian mendatang. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana