KOTA, Radar Trenggalek - Persoalan kelebihan guru menjadi pekerjaan rumah bagi madrasah. Jumlah tenaga pendidik yang tidak sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan jam mengajar membuat pihak madrasah harus melakukan penataan agar keberadaan guru tetap efektif.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sebab, kelebihan guru tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghitung jumlah tenaga pendidik. Madrasah juga harus memastikan kompetensi dan keberadaan setiap guru tetap memberikan kontribusi terhadap proses pendidikan.
Kepala MTsN 1 Trenggalek, Jamaludin Malik, mengakui persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian.
Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah
Menurut dia, kondisi kelebihan guru dapat terjadi ketika jumlah tenaga pendidik tidak sebanding dengan kebutuhan pembelajaran dan jumlah rombongan belajar.
“Memang ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Ketika jumlah guru lebih banyak dibanding kebutuhan jam mengajar, kami harus mencari pola agar semua guru tetap bisa diberdayakan secara maksimal,” katanya, Kamis (20/8).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak berarti keberadaan guru menjadi tidak dibutuhkan. Masing-masing tenaga pendidik memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan madrasah.
Namun demikian, persoalan distribusi guru tetap perlu mendapat perhatian. Jika tidak ditata dengan baik, kelebihan tenaga pendidik dapat berdampak pada minimnya jam mengajar sebagian guru.
Baca Juga: 33 Mahasiswa ITB Trenggalek Dikukuhkan Siap Berkontribusi di Dunia Industri
Jamaludin mengatakan bahwa berupaya melakukan penataan melalui pembagian tugas sesuai kompetensi. Guru tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan pembinaan peserta didik serta program pengembangan madrasah.
“Kami berusaha supaya tidak ada guru yang hanya sekadar ada, tetapi harus tetap memiliki peran. Pembagian tugas kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Persoalan tersebut juga menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan kebutuhan tenaga pendidik. Pemetaan jumlah siswa, rombongan belajar, mata pelajaran, serta beban mengajar dinilai penting agar jumlah guru sesuai dengan kebutuhan riil.
Baca Juga: Kekurangan Guru Jadi Dilema Dewan Desak Strategi Nyata Pemkab
Sebab, kekurangan guru dapat mengganggu proses pembelajaran. Sebaliknya, kelebihan guru tanpa perencanaan yang matang juga berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama dalam pemenuhan beban kerja dan efektivitas tenaga pendidik.
Karena itu, penataan guru perlu dilakukan secara berkelanjutan. Madrasah tidak hanya dituntut menjaga kualitas pembelajaran, tetapi juga memastikan sumber daya manusia yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
Kelebihan guru akhirnya bukan sekadar persoalan jumlah. Kondisi tersebut menjadi ujian bagi madrasah untuk membuktikan bahwa setiap tenaga pendidik dapat diberdayakan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK