KOTA, Radar Trenggalek — Kemeriahan dan keharuan mewarnai Rapat Terbuka Senat STKIP PGRI Trenggalek dalam rangka Wisuda Ke-45 Sarjana Strata-1 (S-1) yang berlangsung di Aula Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, Sabtu (5/9).
Mengusung tema besar "Lulusan Unggul, Cerdas, dan Berkarakter", perhelatan sakral tersebut berhasil mengukuhkan 175 wisudawan dari lima program studi (prodi).
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB diawali dengan prosesi masuknya para wisudawan dan wisudawati ke ruang upacara. Setelah itu, Ketua STKIP PGRI Trenggalek Dr Dwi Kuncorowati MPd bersama jajaran senat dan dosen memasuki mimbar utama.
Suasana khidmat nan penuh kebanggaan menyelimuti seluruh ruangan sejak awal perhelatan. Dalam pidato pembukaannya, Dr Dwi Kuncorowati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang pada kesempatan tersebut diwakilkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga: Puluhan Pusaka Trenggalek Dijamas
"Terima kasih kepada Bapak Bupati Trenggalek yang telah mengabulkan permohonan kami untuk hadir dan memberikan sambutan. Kepada seluruh tamu undangan yang hadir, saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya disertai harapan semoga silaturahmi dan kerja sama kita senantiasa erat serta mendatangkan manfaat bagi kita semua," tutur Dr Dwi Kuncorowati.
Momentum wisuda kali ini terasa sangat berkesan dan emosional bagi sang Ketua STKIP. Pasalnya, persembahan seni tari dari UKM Bhagawanta Chandra yang membawakan karya Tari Gambyong Marikangen membangkitkan kenangan masa muda Dr Dwi Kuncorowati saat menempuh bangku perkuliahan.
"Terima kasih kepada panitia, UKM Tari karawitan Kuncoro Laras, serta Paduan Suaranya. Tadi menyanyikan dan membawakan karya Tarian Gambyong Marikangen. Karena pada tahun 1978 dan 198, ketika saya masih menjadi mahasiswa, salah satu karya yang saya bawakan adalah Gambyong Marikangen. Tadi rasanya tangan dan kaki saya ingin ikut bergoyang," kenangnya yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Dr Dwi Kuncorowati menegaskan bahwa penyelenggaraan wisuda ini merupakan bentuk akuntabilitas publik STKIP PGRI Trenggalek sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang terakreditasi.
Baca Juga: DPD Golkar Trenggalek Siapkan Bonus Khusus
Pada edisi kelulusan ke-45 ini, kampus meluluskan 175 wisudawan dengan rincian: Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 93 wisudawan; Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) 25 wisudawan; Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) 25 wisudawan; Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 20 wisudawan; Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 12 wisudawan.
Dengan tambahan ini, STKIP PGRI Trenggalek tercatat telah berhasil meluluskan total 8.158 alumni.
"Hal ini merupakan bukti bahwa STKIP PGRI Trenggalek dari waktu ke waktu senantiasa eksis, konsisten, dan berperan aktif mencetak pendidik serta tenaga kependidikan yang berkualitas, berkompeten, dan profesional," tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, dia mengingatkan para wisudawan bahwa raihan gelar sarjana dan IPK tinggi bukanlah akhir proses belajar, melainkan awal tantangan baru dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: MAN 1 Trenggalek Siap Tampil Terbaik Meski Tak Full Tim Tak Surutkan Semangat dan Bakal Jadi Tantang
"Pencapaian saudara hari ini adalah bukti kerja keras dan doa orang tua serta keluarga tercinta. Namun ingat, sukses Saudara tidak menandai berakhirnya belajar. Ini adalah awal kiprah panjang dalam masyarakat. Semoga ilmu yang diperoleh berkah, bermanfaat, dan segera mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja. Bagi yang melanjutkan S-2 maupun PPG Prajabatan, semoga diberikan kelancaran," pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan mahasiswa berprestasi, pembacaan doa oleh H Moch. Farid Ma'ruf SAg Mag serta sesi foto bersama civitas academica. (gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK