POGALAN, Radar Trenggalek – Ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Salah satunya yang terlihat di dinding tembok sekolah.
Sebuah mural berukuran besar bertuliskan "Sekolah Sehat Tanpa Korupsi" kini berdiri gagah, memadukan coretan warna-warni yang sarat akan pesan moral dan ketegasan sikap antikorupsi.
Mural tersebut menggambarkan sinergi serta semangat gotong royong seluruh warga sekolah dalam memberantas dan menolak segala bentuk tindakan koruptif.
Dalam lukisan dinding itu, tampak figur siswa dan guru yang saling bahu-membahu mulai dari menarik tali, hingga memegang kuas cat, bersatu padu menyingkirkan sosok tikus yang menjadi simbol perilaku korupsi. Visualisasi ini dihadirkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berintegritas.
Humas SMKN 1 Pogalan, Sahlan Marzuqi menegaskan, upaya mencegah tindakan korupsi sejak dari tingkat sekolah merupakan fondasi yang sangat krusial dan strategis.
Baca Juga: STKIP PGRI Trenggalek Cetak 175 Lulusan Unggul dan Berkarakter Kukuhkan Eksistensi Kampus
Menurut dia, sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan secara akademis, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk karakter dasar para generasi penerus bangsa.
Sahlan menjabarkan, sedikitnya ada tiga poin penting mengapa pendidikan dan kampanye antikorupsi di lingkungan sekolah menjadi hal wajib yang terus digaungkan.
Pertama, menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan sejak dini membentuk benteng moral agar anak terbiasa menolak perilaku curang, seperti menyontek saat ujian maupun membolos sekolah.
Kedua, mengikis kebiasaan menoleransi kecurangan-kecurangan kecil di lingkungan sekolah. Hal ini penting karena kebiasaan buruk yang dibiarkan berpotensi membesar menjadi tindakan koruptif yang berbahaya saat siswa beranjak dewasa.
Ketiga, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pungutan liar (pungli) serta pengelolaan dana yang akuntabel akan menjadi contoh dan teladan nyata bagi seluruh siswa.
"Melalui media visual seperti mural ini, kami ingin pesan-pesan antikorupsi senantiasa tersampaikan secara persuasif dan mudah dicerna oleh anak didik setiap kali mereka melintas," ujar Sahlan Marzuqi.
Dia menambahkan bahwa edukasi antikorupsi di sekolah dasarnya adalah sebuah investasi jangka panjang.
Langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan hari ini diharapkan dapat mencetak calon-calon pemimpin serta anggota masyarakat masa depan yang memiliki integritas tinggi dan komitmen moral yang kuat.
Dengan hadirnya ruang-ruang kreatif yang sarat edukasi, SMKN 1 Pogalan optimistis mampu melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jujur dan berkarakter mulia.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK