PANGGUL, Radar Trenggalek - SMKN 1 Panggul menggelar seremonial dies natalis ke-9 dengan cara berbeda. Tidak sekadar menjadi momentum perayaan bertambahnya usia sekolah, kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai permainan tradisional yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Guru, staf, dan peserta didik melebur dalam berbagai perlombaan yang mengedepankan kebersamaan, kekompakan, serta kerja sama tim. Permainan tradisional dipilih sebagai bagian penting dalam perayaan untuk kembali mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan suasana khidmat. Seluruh warga sekolah berkumpul mengikuti pembukaan dies natalis. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan SMKN 1 Panggul selama sembilan tahun.
Prosesi pembukaan kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh pihak sekolah. Momen tersebut menjadi ungkapan syukur atas berbagai capaian yang telah diraih sekaligus menjadi refleksi perjalanan sekolah dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Sehat Itu Investasi: Semangat Rohmah Tularkan Gaya Hidup Aktif
Kepala SMKN 1 Panggul, Dr M. Zamroji MPd mengatakan, dies natalis tahun ini sengaja dikemas sederhana dengan mengangkat permainan tradisional.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya untuk memeriahkan hari ulang tahun sekolah, melainkan juga menjadi sarana membangun kedekatan antar-seluruh warga sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan sekaligus mengingatkan kembali bahwa permainan tradisional memiliki nilai kerja sama, sportivitas, kekompakan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut penting untuk terus ditanamkan kepada siswa di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Kemeriahan mencapai puncaknya pada hari ketiga atau hari terakhir melalui lomba kasti. Pertandingan berlangsung seru karena mempertemukan partisipasi aktif guru dan siswa. Saling kejar poin, strategi permainan, hingga kerja sama tim membuat suasana sekolah semakin hidup.
Baca Juga: Dimsum Mentai yang Juicy Resep Diracik, Rasa Diuji
Di lapangan, sekat antara pendidik dan peserta didik seolah mencair. Gelak tawa, semangat bertanding, serta dukungan antartim menjadi bagian dari kemeriahan penutup dies natalis.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi upaya SMKN 1 Panggul mengenalkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya diharapkan tetap tumbuh di lingkungan sekolah.
Melalui dies natalis ke-9, keluarga besar SMKN 1 Panggul berharap semangat persatuan dan keharmonisan yang telah terbangun dapat terus dijaga. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting bagi sekolah untuk melangkah bersama dan terus mengukir prestasi di masa mendatang. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK