KOTA, Radar Trenggalek - September menjadi momentum bagi warga MTsN 1 Trenggalek untuk belajar demokrasi secara langsung. Melalui Pekan Demokrasi Digital, madrasah menggelar pemilihan kepengurusan sejumlah organisasi siswa dengan memanfaatkan sistem electronic voting (e-voting).
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Proses demokrasi juga diterapkan secara serentak pada sejumlah organisasi siswa lainnya. Di antaranya, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), PENALIFOKRA (Persatuan Jurnalistik, Literasi, Fotografi dan Karya Ilmiah Remaja), Pasukan Khusus (PASSUS), serta Dewan Penggalang.
Seluruh proses pemungutan suara dilakukan secara digital. Siswa, guru, maupun tenaga kependidikan dapat menggunakan hak pilih melalui gawai atau komputer yang telah disediakan pada bilik suara digital. Sistem tersebut membuat pelaksanaan pemilihan berlangsung tanpa penggunaan kertas suara atau paperless.
Kepala MTsN 1 Trenggalek, Jamalluddin Malik mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi yang diberikan kepada siswa melalui pengalaman langsung. Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga menjadi sarana untuk membiasakan siswa menggunakan IT secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Kenali Potensi sejak Dini, MTsN 1 Trenggalek Buka Delapan Kelas Peminatan
“Demokrasi tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga perlu dipraktikkan. Melalui e-voting ini, anak-anak belajar menggunakan hak pilih sekaligus memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, transparansi, serta menghargai pilihan orang lain,” ujarnya.
Dia menambahkan, penerapan sistem digital dalam pemilihan organisasi siswa diharapkan dapat membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan madrasah. Asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber-Jurdil) menjadi nilai yang ditekankan selama proses pemilihan.
Pekan Demokrasi Digital sekaligus menjadi upaya MTsN 1 Trenggalek mengintegrasikan kecakapan teknologi dengan pendidikan karakter. Para siswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga belajar memahami proses organisasi, kepemimpinan, serta mekanisme pengambilan keputusan secara demokratis. (tim/c1/din)
Editor : Muhammad Fadli ArdiansyahSumber : RADAR TRENGGALEK