DURENAN, Radar Trenggalek - Demi memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) utama, seluruh lembaga pendidikan jenjang SMA/SMK di penjuru Kabupaten Trenggalek secara serentak menyelenggarakan kegiatan gladi bersih.
Pelaksanaan simulasi ujian berbasis komputer yang krusial ini dijadwalkan berlangsung secara kontinu selama empat hari penuh, terhitung mulai hari Senin (5/10) hingga Kamis (8/10).
Baca Juga: Kenali Potensi sejak Dini, MTsN 1 Trenggalek Buka Delapan Kelas Peminatan
Suasana pelaksanaan gladi bersih tampak berjalan dengan tertib dan terstruktur. Para siswa yang kompak mengenakan seragam kemeja putih terlihat sangat fokus mencermati dan menyelesaikan soal-soal pada layar laptop masing-masing di dalam ruang kelas.
Di area yang sama, para guru pengawas juga turut bersiaga memantau jalannya simulasi guna memastikan perangkat beroperasi tanpa kendala teknis.
Kepala SMA Islam Durenan, Viky Asroful Ulum mengatakan, persiapan menghadapi TKA ini memerlukan mekanisme yang matang dan telah dilakukan secara berkelanjutan. "Terkait kesiapan, anak-anak kelas 12 khususnya, sudah melakukan persiapan sejak awal semester," terang Viky.
Pihak sekolah tidak hanya membekali siswa secara akademis menjelang hari ujian, tetapi juga secara proaktif telah melibatkan orang tua melalui rapat wali murid, melakukan sosialisasi intensif kepada peserta didik, serta menyelenggarakan pembelajaran harian yang secara spesifik difokuskan pada pengayaan materi TKA.
Baca Juga: Lawan Gaptek, Hj Siti Mukiyarti Beri Pelatihan Emak-Emak Manfaatkan AI untuk Dakwah dan Pembelajaran
Selain pematangan materi akademik, kelancaran aspek teknis di dalam ruangan ujian menjadi sorotan utama dalam agenda gladi bersih ini. Viky memaparkan bahwa para siswa diberikan bimbingan secara mendetail mengenai cara pengerjaan ujian serta tata cara pengoperasian perangkat lunak (software) ujian yang tertanam di dalam piranti laptop.
Langkah mitigasi ini dilakukan semata-mata agar siswa tidak mengalami kebingungan teknis yang berpotensi memecah konsentrasi mereka saat ujian sesungguhnya berlangsung.
Sebelum memasuki tahap gladi bersih secara menyeluruh, Viky mengungkapkan bahwa pihak pusat sebenarnya juga telah menyediakan akses simulasi awal.
"Sebelumnya juga ada simulasi dari pusat, namun tidak diwajibkan untuk semua siswa ikut, hanya beberapa saja sebagai testimoni," ungkapnya.
Kini, pada fase gladi bersih yang sesungguhnya, partisipasi siswa lebih dimaksimalkan. Di SMA Islam Durenan sendiri, tercatat 40 siswa kelas XII terdaftar dan antusias mengikuti rangkaian simulasi tersebut.
Terkait substansi ujian, materi yang disajikan dalam instrumen TKA terbagi ke dalam beberapa kategori utama yang menjadi tolok ukur kompetensi komprehensif siswa. "Pelajaran yang diujikan ada dua macam kategori, yaitu numerasi dan literasi, serta ada materi pilihan," papar Viky.
Baca Juga: Pekan Demokrasi Digital Libatkan Enam Organisasi
Kegiatan gladi bersih yang akan berakhir pada 8 Oktober ini merupakan tahap pemanasan final. Mengingat pelaksanaannya yang masif, tidak hanya mencakup seluruh SMA/SMK di Trenggalek, tetapi juga digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia, kesiapan infrastruktur serta mental siswa menjadi kunci utama.
Puncak dari seluruh rangkaian persiapan ini adalah pelaksanaan hari-H ujian TKA yang dijadwalkan akan diselenggarakan secara serentak pada 26 Oktober mendatang. (gun/c1/din)
Editor : Jonathan Alinskie WinataSumber : RADAR TRENGGALEK