KOTA, Radar Trenggalek - Kemampuan membaca dan menulis menjadi salah satu aspek perkembangan anak yang perlu mendapat perhatian sejak pendidikan usia dini.
Namun, pengenalan literasi pada anak tidak cukup dilakukan dengan menuntut mereka segera bisa membaca dan menulis. Metode pembelajaran perlu disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan masing-masing anak.
Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Trenggalek, Siamy Yuli Astuti, menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi perkembangan anak.
Kreativitas pendidik diperlukan agar proses belajar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Guru harus mampu mengenali perkembangan setiap anak dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhannya. Pembelajaran juga perlu dilakukan secara kreatif agar anak lebih tertarik untuk belajar,” ujar Siamy.
Persoalan kemampuan dasar membaca dan menulis perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika anak memasuki jenjang sekolah dasar.
Kesiapan mengikuti pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengenali huruf, tetapi juga perkembangan bahasa, kemampuan memahami instruksi, serta kesiapan belajar.
Baca Juga: Tak Boleh Lengah Cegah Kasus Bullying
Di lingkungan Raudhatul Athfal (RA), pendidikan anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri.
Pengenalan literasi perlu dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bercerita, mengenal bunyi huruf, bermain kata, dan aktivitas lain yang sesuai dengan perkembangan anak.
Karena itu, guru dituntut mampu memilih pendekatan pembelajaran yang tidak semata-mata berorientasi pada hasil.
Proses pendampingan, pengamatan perkembangan anak, serta komunikasi dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan literasi.
Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu hal yang dapat mendukung upaya tersebut. Pendidik perlu terus mengembangkan kreativitas dan profesionalisme agar mampu menghadapi beragam karakteristik anak di kelas.
Melalui organisasi profesi, guru juga memiliki ruang untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan praktik pembelajaran.
Meski demikian, efektivitas pendampingan literasi tetap perlu dilihat dari perkembangan kemampuan anak dan kesesuaian metode yang diterapkan.
Baca Juga: TKA, Sekolah Proaktif Libatkan Wali Murid
Di sisi lain, orang tua berperan dalam membangun kebiasaan belajar di rumah. Membacakan cerita, mengajak anak berbicara, serta mengenalkan buku sejak dini dapat menjadi kegiatan sederhana untuk mendukung perkembangan bahasa.
Kemampuan membaca dan menulis pada akhirnya perlu dibangun melalui proses bertahap.
Kolaborasi antara guru dan orang tua diharapkan dapat membantu anak mengembangkan kesiapan belajar tanpa mengabaikan kebutuhan bermain dan perkembangan sosialnya. (bim/din)
Editor : Jonathan Alinskie WinataSumber : RADAR TRENGGALEK