Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Apakah Game Bisa Jadi Pelarian dari Masalah? Psikologi Escapism di Dunia Game

Mahsun Nidhom • Kamis, 29 Mei 2025 | 04:35 WIB
Game bukan cuma hiburan, tapi bisa jadi pelarian dari stres.
Game bukan cuma hiburan, tapi bisa jadi pelarian dari stres.

Trenggaleknjenggelek - Dalam kehidupan yang penuh tekanan, banyak orang mencari cara untuk mengalihkan pikiran dari stres dan masalah sehari-hari.

Salah satu bentuk pelarian yang paling populer saat ini adalah bermain game. Entah itu Mobile Legends, PUBG Mobile, atau RPG konsol seperti Zelda dan Persona.

Game menjadi tempat di mana orang bisa "keluar sejenak" dari kenyataan. Tapi, apakah escapism lewat game itu sehat? Atau justru bisa jadi masalah baru?

Baca Juga: Game Mobile Legends: Tim Esport RRQ Belum Pernah Angkat Piala M-Series, Tapi Tetap Punya Fans Terbanyak

Apa Itu Escapism?

Escapism atau pelarian psikologis adalah strategi seseorang untuk menghindari emosi negatif, stres, atau tekanan hidup dengan cara terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan atau mengalihkan perhatian.

Dalam konteks ini, bermain game menjadi salah satu bentuk coping mechanism yang sangat umum, terutama di era digital seperti sekarang.

Kenapa Game Jadi Media Pelarian?

Banyak alasan mengapa orang memilih game sebagai pelarian:

Baca Juga: Game Mobile Legends Resmi Masuk Kurikulum, Jadi Alat Edukatif di Sekolah

Escapism Lewat Game: Sehat atau Tidak?

Jawabannya tergantung pada niat dan durasi. Jika bermain game membantu seseorang mengurangi stres, melepas penat setelah bekerja.

Atau bahkan menumbuhkan semangat kembali, maka escapism ini bisa jadi positif dan sehat.

Namun, ketika game digunakan secara berlebihan untuk menghindari realitas, seperti mengabaikan tugas, relasi sosial, atau bahkan kesehatan fisik, maka escapism berubah menjadi mekanisme yang tidak adaptif.

Dalam psikologi, ini disebut maladaptive escapism, di mana seseorang terus-menerus melarikan diri tanpa menghadapi sumber masalah yang sebenarnya.

Game Bukan Musuh, Tapi Harus Seimbang

Bermain game sebagai bentuk escapism bukanlah hal buruk. Justru, ini bisa menjadi sarana self-care yang efektif jika digunakan dengan bijak.

Seperti halnya menonton film, membaca buku, atau berolahraga, game bisa jadi media relaksasi yang sehat.

Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan. Gunakan game sebagai alat untuk pulih, bukan untuk lari terus-menerus.

Karena pada akhirnya, menghadapi masalah dengan bantuan profesional atau dukungan sosial tetap lebih baik daripada menghindarinya selamanya. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#coping mechanism #alasan orang main game #escapism