Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dissociative Identity Disorder (DID): Ketika Lo Ngerasa Ada Banyak Kepribadian di Dalam Diri Lo

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:30 WIB

 
Dissociative Identity Disorder (DID) bisa jadi tanda trauma, butuh terapi dan dukungan untuk penyembuhan.
Dissociative Identity Disorder (DID) bisa jadi tanda trauma, butuh terapi dan dukungan untuk penyembuhan.

Trenggaleknjenggelek - Bro, pernah ngerasa kayak lo sendiri itu kayak banyak orang sekaligus?

Kayak tiba-tiba lo berubah jadi orang lain, dengan cara ngomong, gaya, bahkan ingatan yang beda?

Itu bisa jadi tanda Dissociative Identity Disorder (DID), atau dulu dikenal sebagai multiple personality disorder.

DID itu gangguan mental yang bikin seseorang punya dua atau lebih kepribadian berbeda dalam satu tubuh.

Biasanya, kepribadian ini muncul karena otak lo berusaha “melindungi” diri dari trauma berat, misalnya kekerasan atau pelecehan masa kecil.

Baca Juga: Adjustment Disorder: Stress Berat yang Bikin Lo Susah Move On dari Perubahan

Jadi otak “mecah” diri jadi beberapa bagian supaya gak ngerasain sakit yang sama sekaligus.

Orang dengan DID kadang lupa kejadian penting karena satu kepribadian gak nyambung sama yang lain.

Mereka juga bisa tiba-tiba berubah mood atau perilaku yang bikin orang sekitar bingung.

DID bukan cuma “cerita horor” atau fiksi loh, ini nyata dan butuh penanganan serius.

Terapi intensif, biasanya yang fokus ke trauma dan integrasi kepribadian, jadi kunci buat bantu penderita supaya bisa hidup lebih stabil.

Baca Juga: Somatic Symptom Disorder: Ketika Rasa Sakit Fisik Ternyata Dari Pikiran

Proses penyembuhan DID itu panjang dan butuh dukungan dari keluarga dan profesional kesehatan mental yang paham.

Jadi kalau lo atau temen lo pernah ngerasain hal kayak gini, jangan diabaikan. Cari bantuan supaya otak dan hati lo bisa damai lagi. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani