Trenggaleknjenggelek - Humor seringkali dianggap sebagai pelipur lara, sebuah cara untuk melepas ketegangan dan memberi sedikit kelegaan dari kehidupan yang penuh dengan stres.
Namun, humor lebih dari sekadar cara untuk membuat orang tertawa.
Pada kenyataannya, humor dapat menjadi mekanisme coping yang digunakan oleh banyak orang untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif dari trauma yang mereka alami.
Banyak individu yang menggunakan humor untuk menutupi rasa sakit emosional yang dalam, karena mereka merasa lebih mudah untuk diterima di lingkungan sosial ketika mereka tertawa atau membuat orang lain tertawa.
Beberapa orang yang menghadapi trauma, baik fisik maupun emosional, mungkin merasa bahwa mengungkapkan perasaan mereka dapat membuat mereka tampak lemah atau rentan.
Oleh karena itu, mereka memilih untuk menggunakan humor sebagai perisai, melindungi diri mereka dari kenyataan yang menyakitkan.
Misalnya, seseorang yang pernah mengalami kehilangan atau pengkhianatan dalam hidup mungkin cenderung untuk bercanda atau membuat lelucon agar orang di sekitarnya tidak menyadari rasa sakit yang mereka rasakan di dalam.
Di dunia yang serba cepat ini, banyak yang cenderung melihat humor sebagai sesuatu yang ringan dan tidak serius, tetapi bagi sebagian orang, humor adalah cara bertahan hidup.
Humor memberikan mereka kekuatan untuk berinteraksi dengan dunia luar tanpa harus mengungkapkan kelemahan mereka.
Dalam konteks ini, humor tidak hanya tentang membuat orang lain tertawa, tetapi juga tentang menjaga jarak emosional dari pengalaman traumatis yang mendalam. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani